Selasa, 14 Agustus 2018

Jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera Mengaku Ogah Dukung Jokowi Capres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera, mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri untuk menanyakan kasus dugaan pencucian uang yang meminta Bachtiar Natsir hadir sebagai saksi, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Kuasa hukum tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera, mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri untuk menanyakan kasus dugaan pencucian uang yang meminta Bachtiar Natsir hadir sebagai saksi, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera, mengaku tidak mau mendukung Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden 2019. Dia hanya akan mendukung Rizieq Shihab sebagai capres.

    Baca: Kapitra Ampera Mau Jadi Caleg jika PDIP Penuhi Tiga Syarat Ini

    "Saya dukung Rizieq Shihab sebagai presiden, saya tidak mau dukung yang lain," ujarnya saat ditemui di kawasan Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    Kapitra membantah, jika nanti bergabung dengan PDIP, dukungannya akan beralih ke Jokowi sebagai presiden. Menurut dia, pencalonan dirinya tidak berhubungan dengan pilihannya dalam pilpres 2019.

    Dia menyebutkan pencalonan dirinya oleh PDIP dengan dukungannya terhadap Rizieq Shihab harus dipisahkan. "Enggak ada urusan antara dukungan dengan konteks ini," ucapnya.

    Selain itu, Kapitra mengaku belum memutuskan menerima pencalonan dirinya oleh PDIP sebagai anggota legislatif. Dia pun berencana meminta konfirmasi PDIP terkait dengan pencalonan tersebut.

    Baca: Kapitra Ampera Tak Mau Dituduh Pindah Haluan Gabung ke PDIP

    Kapitra Ampera pun akan mengajukan sejumlah sarat jika ingin diusung PDIP. Pertama, kehadiran dia harus mewakili Islam dalam partai tersebut. Kedua, aspirasi umat Islam sebagai mayoritas harus didengar partai. Ketiga, kehadirannya harus bisa menjembatani kebaikan antara dalam dan luar partai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.