JK dan Deputi PM Singapura Bahas Peningkatan Kerja Sama Keamanan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Pengadilan Tipikor setelah bersaksi dalam sidang peninjauan kembali kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji untuk terpidana Suryadharma Ali pada Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Pengadilan Tipikor setelah bersaksi dalam sidang peninjauan kembali kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji untuk terpidana Suryadharma Ali pada Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Keamanan Nasional Singapura, Teo Chee Hean, di kantornya, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    JK mengatakan keduanya membahas upaya peningkatan hubungan Indonesia dan Singapura di sejumlah bidang. "Selama ini hubungannya sangat baik di bidang ekomomi, sosial, dan perdagangan," kata dia usai pertemuan.

    Baca: Ketua Tim Ahli Wapres: JK Bersedia Jadi Cawapres 2019

    Sementara Teo Chee Hean mengatakan pertemuan tersebut berjalan dengan baik. Menurut dia, pemerintah Singapura berniat membangun kerjasama yang lebih kuat dengan Indonesia. Tak hanya di bidang ekonomi, dia juga ingin bekerjasama di bidang keamanan dan pertahanan.

    Dari bidang ekonomi, kedua negara sudah bekerjasama mulai dari sektor industri hingga digital. Sektor pariwisata juga sudah dijajaki dengan negara tetangga.

    Baca: JK Tanggapi Soal Perjanjian Freeport: Pasti Dilaksanakan

    Chee Hean mengatakan Singapura dan Indonesia juga bekerjasama di bidang pendidikan seperti pelatihan. "Kami juga berkoordinasi di bidang keamanan. Harapannya, kerjasama juga bisa dikembangkan di bidang pertahanan," kata dia.

    Menurut Chee Hean, pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama ini akan digelar pada Oktober 2018. Pimpinan Indonesia and Singapura dijadwalkan akan bertemu.

    Baca: JK - Wapres Iran Bahas Soal Nuklir Hingga Investasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.