Minggu, 22 September 2019

Jadi Caleg, Kapitra Ampera Dilobi Gabung ke PDIP Sejak Mei

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Front Pembela Islam Munarman bersama Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera, saat memberikan pernyataan terkait aksi 21 Februari 2017, di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, 19 Februari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Juru bicara Front Pembela Islam Munarman bersama Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera, saat memberikan pernyataan terkait aksi 21 Februari 2017, di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, 19 Februari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera mengaku mengetahui pencalonan dirinya sebagai anggota legislatif oleh PDIP dari informasi di media massa. Namun dia mengaku dilobi untuk bergabung ke PDIP pada Mei lalu.

    Baca: Tak Tahu Dijadikan Caleg, Kapitra Ampera Bakal Temui PDIP

    "Saya tahu jadi caleg PDIP dari media, kemarin," ujarnya saat ditemui di kawasan Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

    Padahal, kata Kapitra, dirinya belum pernah berkomunikasi dengan pihak PDIP, termasuk juga melakukan proses administrasi untuk didaftarkan sebagai caleg oleh PDIP, seperti menyerahkan berkas dan mendatanganni surat untuk mendaftar sebagai caleg.

    Kapitra belum mau berkomentar lebih banyak terkait pencalonan tersebut, dia pun berencana untuk bertemu dengan pihak PDIP terutama Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto untuk meminta konfirmasi dan pertimbangan PDIP terkait pencalonan dirinya.

    Baca: Alasan Kapitra Ampera Tak Lagi Jadi Pengacara Rizieq Shihab

    Mantan penasehat Rizieq Shihab itu membantah jika pendaftaran dirinya sebagai caleg merupakan pencatutan nama oleh PDI P. "Tidak, jangan menyimpulkan seperti itu, kami harus tabayun dulu ke pihak yang mencalonkan," ujarnya.

    Kapitra mengaku pernah disarankan oleh sejumlah sahabat dan seniornya untuk bergabung dengan PDIP. Lobi tersebut terjadi pada bulan Mei. Dia enggan membenarkan apakah lobi tersebut dilakukan oleh pihak PDIP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe