Sabtu, 15 Desember 2018

Golkar Coret Nama Eni Saragih dari Daftar Caleg DPR

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Sabtu malam, 14 Juli 2018. Eni ditangkap KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat sore, 13 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Saragih setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Sabtu malam, 14 Juli 2018. Eni ditangkap KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham, Jumat sore, 13 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar mencoret nama Eni Saragih dari daftar calon legislator DPR dalam Pemilu 2019. Pencoretan ini dilakukan setelah Wakil Ketua Komisi VII DPR itu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) I Riau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Baca: Eni Saragih Niatkan Hasil Suap Proyek PLTU untuk Bersedekah

    "Jadi enggak ada lagi nama Eni Saragih," ujar Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk F Paulus di kantor KPU RI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 17 Juli 2018.

    Lodweijk mengatakan, hal tersebut merupakan bukti komitmen Golkar yang mengusung tagline 'Golkar Bersih'. "Kita harus konsisten," ucapnya.

    Baca: 5 Fakta Soal Kasus Dugaan Suap Eni Saragih

    KPK menangkap Eni Saragih pada Jumat, 13 Juli 2018 di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham. Hari itu, KPK menggelar serangkaian operasi penangkapan yang berujung kepada Eni Saragih. Salah satu yang dicokok adalah staf Eni.

    KPKmenyita uang Rp 500 juta untuk Eni Saragih. Uang tersebut diduga berasal dari bos Apac Group Johannes Budisutrisno Kotjo. KPK juga telah Johannes sebagai tersangka.

    Baca: Begini Isi Surat Lengkap Eni Saragih Terkait Kasusnya

    KPK menduga sogokan yang diberikan kepada Eni Saragih itu untuk memuluskan penandatanganan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga uang Rp 500 juta adalah bagian dari komitmen fee sebanyak 2,5 persen dari total nilai proyek. Diduga Eni bakal menerima Rp 4,8 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.