Caleg PDIP, Pengacara Rizieq Shihab Siap Jadi Jembatan Kebaikan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Front Pembela Islam Munarman bersama Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera, saat memberikan pernyataan terkait aksi 21 Februari 2017, di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, 19 Februari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Juru bicara Front Pembela Islam Munarman bersama Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera, saat memberikan pernyataan terkait aksi 21 Februari 2017, di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, 19 Februari 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mengatakan dirinya masih akan berkonsultasi dengan para ulama, khususnya dengan Rizieq, terkait dengan pencalonannya sebagai anggota legislator DPR.
    Hari ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendaftarkan namanya menjadi caleg ke Komisi Pemilihan Umum untuk Pemilu 2019.

    "Kalau itu permintaan masyarakat Sumatera Barat, itu urusan parpol (partai politik) dengan masyarakat. Saya akan konsultasi dulu dengan ulama, khususnya dengan Habib Rizieq Shihab," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, Jadi Caleg PDIP

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pencalonan Kapitra ini dilakukan karena adanya dialog dengan masyarakat Sumatera Barat. Menurut dia, masyarakat di sana menghendaki adanya jembatan untuk calon dari provinsi itu di Pemilu 2019.

    PDIP, kata Hasto, selalu menampung aspirasi masyarakat untuk setiap caleg, seperti Kapitra. Ia menegaskan Kapitra juga warga negara yang harus ditampung aspirasinya. "Apa pun aliran politiknya, mereka adalah bangsa yang harus diajak berdialog," ujarnya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018.

    Baca: Jadi Caleg dari PDIP, Kapitra Ampera Konsultasi ke Rizieq Shihab

    Kapitra mengatakan ladang amal tertinggi itu bila dilakukan di tempat sulit seperti di gurun pasir. "Bisa enggak kita wasilatul hasanah mewujudkan amar ma'ruf nahi munkar? Apa bisa kita jadi jembatan kebaikan?" katanya. "Kalau jadi jembatan kebaikan, saya siap."

    Meski mengaku siap, pengacara Rizieq Shihab itu menegaskan dirinya tetap harus membicarakan pencalonannya itu dengan para ulama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.