Jusuf Kalla Melihat Perkembangan soal Tawaran Cawapres 2019

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Presiden Joko Widodo usai Penyerahan Zakat Kepada Badan Amil Zakat Nasional Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, 28 Mei 2018. Selain Presiden dan Wakil Presiden, turut para menteri, pejabat tinggi negara serta eselon I di kementerian/lembaga negara, dan direksi BUMN melakukan pembayaran zakat ke Baznas. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Presiden Joko Widodo usai Penyerahan Zakat Kepada Badan Amil Zakat Nasional Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, 28 Mei 2018. Selain Presiden dan Wakil Presiden, turut para menteri, pejabat tinggi negara serta eselon I di kementerian/lembaga negara, dan direksi BUMN melakukan pembayaran zakat ke Baznas. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla belum menegaskan langkahnya di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dia tidak menolak tawaran maju kembali sebagai calon wakil presiden (cawapres), tapi juga tak secara gamblang menyatakan bersedia maju.

    Baca: Jusuf Kalla: Menteri Jadi Caleg Ganggu Kinerja Kabinet

    Jusuf Kalla menuturkan dirinya masih melihat perkembangan situasi. "Kan ini kami tidak bicara pribadi saja, bicara tentang bangsa ke depan," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. "Ya tergantunglah nanti penilaian bangsa ke depan macam mana," ujarnya lagi.

    Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu masih harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi soal syarat pendaftaran calon presiden dan wakil presiden. Sepekan lalu, Partai Perindo mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konsitusi.

    Partai yang dipimpin Hari Tanoesodibjo itu menggugat Pasal 169 huruf n. Pasal tersebut membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden hanya sampai dua periode saja. Kalla sudah dua kali menjabat sebagai cawapres, meski tidak berturut-turut.

    Baca: Johan Budi Maju Caleg, Wapres JK: Partai Apa?

    Jusuf Kalla sendiri tak mau berkomentar soal gugatan Perindo. "Jangan tanya saya, bukan saya yang memilih," katanya.

    Ketika ditanya kesiapannya jika Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan Perindo, Kalla tak ingin mengandai-andai. "Nanti kita lihatlah perkembangannya, demi bangsa dan negara," ujarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.