Kalah Pilkada, Mantan Calon Wali Kota Baubau Mendaftar Jadi Caleg

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pendaftaran bakal calon anggota legislatif untuk DPR berjaga di gedung KPU, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. KPU memperkirakan bakal ada ratusan ribu calon legislator dari 2.100 daerah pemilihan yang bakal mengikuti pileg 2019. TEMPO/Subekti.

    Petugas pendaftaran bakal calon anggota legislatif untuk DPR berjaga di gedung KPU, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. KPU memperkirakan bakal ada ratusan ribu calon legislator dari 2.100 daerah pemilihan yang bakal mengikuti pileg 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Kendari - Mantan Ketua DPRD Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Hj Roslina Rahim, yang gagal menjadi calon wali kota melalui pemilihan kepala daerah atau pilkada, mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif atau caleg melalui Partai Perindo. “Kami sedang sosialisasi ke sejumlah wilayah di Kota Baubau,” kata Roslina, di Baubau, Selasa, 17 Juli 2018.

    Roslina adalah kader Partai Amanat Nasional (PAN). Politikus yang berpasangan dengan calon wakil wali kota La Ode Yasin tersebut gagal karena suaranya tidak signifikan dibanding empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota lainnya.

    Baca:
    Bawaslu: Puncak Pendaftaran Caleg Terjadi Hari Ini
    Bawaslu Catat Belum Ada Partai yang Daftar Caleg di Jawa Tengah

    "Salah satu caleg andalan adalah Ibu Roslina Rahim," ujar Ketua Perindo Sulawesi Tenggara Jafray Bittikaka, Senin, 16 Juli 2018. Partai Perindo telah mendaftarkan caleg ke KPU, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

    Di pilkada Baubau, Roslina meraih 2.375 suara di daerah pemilihan Kecamatan Wolio. Roslina melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Baubau karena bertarung di pilkada.

    Baca: Bawaslu Tak Siapkan Skenario Perpanjangan Pendaftaran Caleg ...

    Caleg Perindo yang merupakan bekas kader PAN itu menempati urutan ketiga perolehan suara, di bawah pasangan AS Tamrin-Monianse dan Yusran Fahim-Ahmad Arfa. Roslina berada di atas perolehan suara dua pasangan lain, yakni Waode Maasra Manarfa-Ikhsan Ismail dan Ibrahim Marsela-Ilyas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.