Waketum Projo Dukung Airlangga Hartarto Jadi Cawapres Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Wakil Ketua Umum PROJO Budianto Tarigan, Ketua DPP Golkar Happy Bone Zulkarnaen, Host Margi Syarief, Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio, Ketua DPP Nasional SOKSI Ichsan Firdaus, dan Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena dalam diskusi Polemik Trijaya FM bertajuk

    (ki-ka) Wakil Ketua Umum PROJO Budianto Tarigan, Ketua DPP Golkar Happy Bone Zulkarnaen, Host Margi Syarief, Pengamat Komunikasi Politik Hendri Satrio, Ketua DPP Nasional SOKSI Ichsan Firdaus, dan Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena dalam diskusi Polemik Trijaya FM bertajuk "Mencari Sosok Masa Depan Golkar" di Warung Daun, Jakarta Pusat pada Sabtu, 2 Desember 2017. Tempo/Zara Amelia Adlina

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) Budianto Tarigan mendukung Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi calon wakil presiden Joko Widodo di pemilihan presiden 2019. Budianto, yang juga merupakan fungsionaris Partai Golkar, menilai Airlangga figur yang tepat untuk mendampingi Jokowi.

    Baca: Airlangga Hartarto Temui Megawati dan Puan Maharani di Teuku Umar

    "Figur Airlangga saya kira tepat. Punya dukungan di parlemen, latar belakang teknokrat, dan relatif bisa diterima kiri kanan," kata Budianto kepada Tempo, Senin malam, 16 Juli 2018. Ia menganggap pengalaman Airlangga memimpin Golkar menjadi modal yang cukup untuk bisa mendampingi Jokowi.

    Pernyataan dukungan ini disampaikan Budianto setelah tersiar kabar pertemuan Airlangga dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada Senin siang, 16 Juli 2018. Menurut informasi yang dihimpun Tempo, pertemuan itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di rumah Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat. Turut hadir di pertemuan itu Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP nonaktif, Puan Maharani.

    Baca: Ini Perbandingan Muhaimin dan Airlangga Jika Jadi Cawapres Jokowi

    Belum jelas apa isi pertemuan Airlangga dan Megawati tersebut. Ketua Bidang Media dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan pertemuan itu merupakan silaturahmi Airlangga dan Megawati. Adapun hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu, kata Ace, akan disampaikan pada saat yang tepat.

    Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto olahraga pagi di komplek Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, 24 Maret 2018. TEMPO/Friski Riana

    Budianto menilai Airlangga sudah menjalin komunikasi yang bagus melalui pertemuan itu. Apalagi, kata dia, Airlangga sudah menjalin komunikasi juga dengan semua ketua umum partai yang ada di koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla. "Sehingga nanti pada waktunya Pak Jokowi juga nyaman memutuskan siapa yang pantas dan tepat mendampingi dia sebagai wakil presiden," kata Budianto.

    Baca: Airlangga Cawapres Jokowi, Pengamat: Tidak Mewakili Pemilih Islam

    Budianto menambahkan, dukungannya terhadap Airlangga bersifat personal, bukan keputusan Projo sebagai organisasi. Kata dia, Projo belum memutuskan siapa yang akan didukung sebagai cawapres Jokowi. Kendati begitu, menurut Budianto, Projo akan mendukung siapa pun yang dipilih Jokowi. "Kalau pribadi ya pasti saya mendukung ketum saya untuk menjadi wapres," kata Budianto.

    Jokowi telah mengakui nama Airlangga ada di bursa cawapresnya. Nama lain yang disebutkan Jokowi adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

    DEWI NURITA | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.