Pesan Pemerintah untuk Calon Jemaah Haji Indonesia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jutaan umat Muslim di dunia melakukan Wukuf di padang Arafah sebagai bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah Haji. REUTERS

    Jutaan umat Muslim di dunia melakukan Wukuf di padang Arafah sebagai bagian dari ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. Wukuf adalah kegiatan utama dalam ibadah Haji. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek mengingatkan kepada para calon jemaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan menjelang keberangkatan maupun saat menjalankan ibadah di tanah suci.

    Sebelum keberangkatan, Nila meminta agar para calon jemaah haji melakukan cek kesehatan secara rutin. Terlebih sebagaian besar kondisi jemaah haji Indonesia berisiko tinggi, karena kategori lanjut usia atau menderita suatu penyakit, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan lain-lain.

    Baca: Buat Calon Jemaah Haji, Jangan Lupa Peregangan selama Perjalanan

    "Artinya supaya pada waktu berangkat, keadaan kesehatan kita baik karena memang dijaga. Kalau ada penyakit yang ditemukan dan bisa diobati, kami tangani," kata Nila dalam keterangannya, Ahad, 15 Juli 2018.

    Ia juga mengingatkan agar jemaah haji tidak lupa membawa obat-obatan pribadi. Misalnya bagi mereka yang menderita hipertensi. "Hal-hal seperti ini perlu diingatkan, karena seringkali obatnya ketinggalan atau ditinggal," kata Nila.

    Untuk memastikan kondisi kesehatan jemaah haji, Kemenkes akan membagi petugas kesehatan haji menjadi tim preventif promotif yang akan senantiasa mengingatkan jemaah tentang kesehatannya. "Terutama bagaimana untuk menghadapi agar tidak heat stroke, karena suhu udara di sana kan tinggi, sekitar 50 derajat celsius," kata Nila.

    Baca: Agar Tubuh Jemaah Haji Tetap Fit, Lakukan Ini Saat Penerbangan

    Kemenkes juga mengirimkan Tim Gerak Cepat (TGC) yang akan menindaklanjuti bila terjadi kegawatdaruratan. Selain itu, ada fasilitas pelayanan kesehatan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang ada di Jeddah, Mekkah dan Madinah.

    Kemenkes tidak hanya mengirimkan tenaga kesehatan dari Indonesia, tetapi juga mempekerjakan tenaga kesehatan musiman di Arab Saudi, terutama untuk ibadah wukuf. "Contohnya, nanti pada saat wukuf. Semua jamaah haji kan harus wukuf di Arafah. Kalau yang tergeletak di RS kan harus tetap membawa mereka ke Arafah. Kami bawa jemaah sakit naik bus, diposisikan satu-satu dibawa ke Arafah, lalu kembali ke RS, itu namanya Safari Wukuf," kata Nila.

    Kloter pertama jemaah haji Indonesia rencananya akan mulai diberangkatkan pada 17 Juli 2018. Mereka telah memasuki pemondokan di Asrama Haji Pondok Gede. Tahun ini, Indonesia memberangkatkan sekitar 221.000 jemaah.

    Baca: Alasan Garuda Indonesia Sewa 4 Pesawat untuk Layani Haji 2018


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.