Jokowi Beri Kuliah Umum Akademi Bela Negara Nasdem

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, saat tiba untuk memberikan kuliah umum angkatan ke-2 pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin 16 Juli 2018. Akademi Bela Negara dibentuk dalam rangka membina kader partai agar memahami konteks kepribadian, kebangsaan dan kepartaian. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, bersama Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, saat tiba untuk memberikan kuliah umum angkatan ke-2 pendidikan Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem di Jakarta, Senin 16 Juli 2018. Akademi Bela Negara dibentuk dalam rangka membina kader partai agar memahami konteks kepribadian, kebangsaan dan kepartaian. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan kuliah umum untuk angkatan ke-2 Akademi Bela Negara Nasional Demokrat (ABN NasDem). Dia berbicara di hadapan 517 kader akademi tersebut.

    Kepada para pemuda tersebut, Jokowi mengingatkan soal kebesaran Indonesia. "Ini perlu saya ingatkan karena banyak yang tidak sadar negara kita ini besar," ujarnya di Kampus ABN NasDem, Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.

    Baca: Begini Gaya Jokowi Mewawancarai Aktor Utama Film Sultan Agung

    Dia mengatakan negeri ini memiliki ratusan juta penduduk dengan belasan ribu pulau. Terdapat ribuan bahasa daerah lengkap dengan beragam adat dan tradisi.

    Jokowi bercerita pernah terbang dari Aceh ke Wamena, Papua. Perjalanan dari barat ke timur Indonesia itu menghabiskan waktu 9 jam 15 menit. "Kalau terbang dari London, Inggris itu berarti bisa melewati 6-7 negara sampai ke Istabul, Turki. Begitulah besarnya negara kita,", ujarnya.

    Dengan negara yang besar, Jokowi mengatakan tantangan yang akan dihadapi bangsa ini juga besar. Dari dalam negeri beragam tantangan menghadang seperti radikalisme, intoleransi, terorisme, korupsi, kemiskinan, hingga kesenjangan.

    Dari luar negeri, Indonesia menghadapi ancaman dari perang dagang. Begitu pula dengan revolusi industri 4.0 yang perubahannya 3 ribu kali lebih cepat dari revolusi industri pertama.

    Jokowi berpesan agar para kader ABN tak gentar menghadapi tantangan besar tersebut. "Kita tidak boleh takut menghadapi tantangan atau ragu menghadapi tantangan, apalagi anak-anak muda," katanya. Dia mengatakan pemuda Indonesia saat ini membutuhkan produktivitas, etos kerja, serta disiplin kerja yang baik.

    Di acara itu, Jokowi juga mengapresiasi upaya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk mendirikan ABN. "Kegiatan seperti yang telah dibangun oleh partai NasDem dalam rangka membangun karakter anak muda kita patut kita apresiasi, kita hargai," katanya.

    Gubernur ABN IGK Manila mengatakan angkatan ke-2 ABN NasDem tahun ini terdiri dari kader yang lebih banyak dari tahun lalu. Pada 2017 hanya ada 500 kader. "Saat ini ada 517 orang, dari masing-masing kabupaten dan kota ada satu orang," ujarnya.

    Baca: Bela Jokowi, Misbakhun: Depresiasi Rupiah, Persoalan Global

    Manila mengatakan, kader ABN akam diberi pendidikan mengenai kepribadian, kepartaian, dan kebangsaan. Mereka akan diberangkatkan ke Cikunir untuk menggenjot fisik dan mental mereka selama dua pekan untuk menciptakan kader partai yang mumpuni.

    Selain dihadiri Jokowi, acara ini juga dihadiri sejumlah elit politik. Mereka antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

    Hadir pula Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Mahfud MD. Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto juga hadir dalam acara ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.