Minggu, 22 September 2019

Pembasmi Nyamuk yang Penuh Inovasi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karya kreatif berbasis teknologi ini tidak hanya melindungi masyarakat dari serangan nyamuk, namun juga menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan.

    Karya kreatif berbasis teknologi ini tidak hanya melindungi masyarakat dari serangan nyamuk, namun juga menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan.

    Demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti seringkali menjadi penyakit yang awalnya terlihat sederhana namun sangat membahayakan. Banyak obat maupun alat-alat yang tercipta sebagai respon untuk mengatasi penyebaran wabah demam berdarah. Namun demikian, penggunaan obat-obatan kimia diketahui juga berbahaya bagi manusia, selain itu penggunaan peralatan elektronik hanya mampu mengusir nyamuk-nyamuk tanpa membasminya sehingga dapat kembali atau berpindah ke tempat lainnya. Bila ada yang memenuhi efektifitas pembasmian dan aman terhadap manusia, biasanya memiliki harga yang cukup tinggi.

    Seorang pemuda tamatan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya bernama Andy Suryansah memiliki solusi untuk permasalahan demam berdarah ini. Berawal dari keprihatinannya terhadap wabah demam berdarah yang menyerang Kampung Dupak Rukun, Krembangan, Surabaya, ia pun memulai usahanya dalam menciptakan sebuah alat anti-nyamuk yang efektif, aman bagi manusia, serta murah harga jualnya.

    Berbekal semangat serta keinginan yang kuat, penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2013 ini pun memulai risetnya secara mandiri. Andy yang awalnya tidak paham betul mengenai seluk-beluk penyakit demam berdarah. Namun, dengan studi literasi serta berbagai diskusi yang ia lakukan, perlahan namun pasti, Andy justru makin memahami karakteristik Nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah. Berdasarkan pengetahuannya inilah, Andy pun mulai mewujudkan alat anti-nyamuk yang menjadi gagasannya.

    Sasaran utama alat anti-nyamuk milik Andy adalah nyamuk betina yang menjadi sumber perkembangbiakkannya. Alatnya yang merupakan perpaduan antara penggunaan teknologi Ultra Violet serta teknologi audiosonik untuk memancing datangnya nyamuk betina. Kemudian, rangkaian penyengat listrik pun siap menyambut dan langsung membasmi nyamuk-nyamuk tersebut. Setelah beberapa waktu melakukan ujicoba, akhirnya Andy pun memulai produksi alat anti-nyamuknya yang dinamakan “Falle.”

    “Falle” merupakan sebuah inovasi alat pembasmi nyamuk yang ramah lingkungan, tidak berbahaya, serta efektif melindungi manusia dari wabah demam berdarah. Alat ini memiliki bentuk yang menarik dan dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Hingga kini, Andy memasarkan alatnya secara konvensional dan juga menggunakan teknologi online. Untuk mengetahui lebih lanjut lagi tentang generasi muda kreatif lainnya dalam program SATU Indonesia Awards, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com.

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.