Final Piala Dunia 2018, JK Prediksi Prancis Menang 2-1

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menonton pertandingan final Piala Dunia 2018 bersama keluarga dan kerabat dekat di rumah dinasnya, Jakarta , Ahad, 15 Juli 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menonton pertandingan final Piala Dunia 2018 bersama keluarga dan kerabat dekat di rumah dinasnya, Jakarta , Ahad, 15 Juli 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menjagokan Prancis sebagai pemenang Piala Dunia 2018. Ia yakin tim ayam jantan mampu mengalahkan Kroasia.

    "Skornya 2-1," kata JK di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta pada Ahad, 15 Juli 2018.

    Baca: Nobar Final Piala Dunia 2018, Siapa Tim yang Didukung JK?

    Menurut JK, Prancis lebih punya peluang untuk menang. Tim tersebut diisi pemain handal dan berpengalaman.

    Meski begitu, JK menilai pertandingan akan berlangsung ketat. Ia tak menampik masih ada peluang tim yang dipimpin Hogu Lloris itu kalah. "Bisa saja terjadi sama dengan Belgia kemarin," ujarnya. Belgia berhasil meraih juara ketiga mengalahkan Inggris.

    Baca: Final Piala Dunia, Presiden Kroasia Hadiahkan Putin Kaus Unik

    Malam ini, Jusuf Kalla menggelar nonton bersama pertandingan final piala dunia di rumah dinasnya. Acara digelar di halaman belakang rumah JK. Sebuah layar besar berdiri di hadapan beberapa meja bundar. Tak jauh dari layar berkumpul kerabat dekat Kalla.

    Sejumlah tokoh yang nampak hadir antara lain Wakil Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Syafruddin serta Menteri Agrarian dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil. Hadir pula mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi.

    Baca: Tetap Sehat Menonton Final Piala Dunia 2018, Intip Tipsnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.