Nobar Final Piala Dunia 2018, Siapa Tim yang Didukung JK?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Pengadilan Tipikor setelah bersaksi dalam sidang peninjauan kembali kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji untuk terpidana Suryadharma Ali pada Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Pengadilan Tipikor setelah bersaksi dalam sidang peninjauan kembali kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji untuk terpidana Suryadharma Ali pada Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar nonton bersama atau nobat pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Kroasia. JK menggelar nobar di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, malam ini.

    Acara ini digelar di halaman belakang rumah Kalla. Sebuah layar besar berdiri di hadapan beberapa meja bundar. Tak jauh dari layar berkumpul kerabat dekat JK.

    Baca laporan langsung wartawan Tempo di Rusia soal Piala Dunia 2018

    Sejumlah tokoh yang nampak hadir antara lain Wakil Kepala Markas Besar Kepolisian Komisaris Jenderal Syafruddin serta Menteri Agrarian dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil. Hadir pula mantan Menteri ATR Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi.

    Dalam laga ini, Kalla menyatakan sudah memiliki jagoan. Istrinya, Mufidah Kalla, yang juga ikut menonton menanyakan jagoan Kalla. "Dukung Prancis," kata JK sambil tertawa.

    Sementara itu Sofyan Djalil mengaku tak mendukung kedua tim yang berlaga di final Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Kroasia ini. "Saya dukung yang buat gol," ujarnya. Lain lagi dengan Rudiantara. "Persib juara," ujarnya tertawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.