Sembalun Akan Menjadi Sentra Terbesar Bawang Putih di Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sembalun Akan Menjadi Sentra Terbesar Bawang Putih

    Sembalun Akan Menjadi Sentra Terbesar Bawang Putih

    INFO NASIONAL -  Ingat bawang putih, Ingat Sembalun, Lombok Timur. Sembalun merupakan salah satu surga pengembangan sayuran di Nusa Tenggara Barat.  Hampir 50 persen pasokan di wilayah Mataram dari berbagai aneka sayuran dipasok dari Sembalun. Ini menandakan bahwa daerah ini menjadi penyangga utama sayuran di Nusa Tenggara Barat.

    Di samping itu, wilayahnya dikelilingi oleh bukit dan gunung terbentang kawasan yang sangat luas dan datar, sepanjang mata memandang tertanami bawang putih yang menjadi salah satu prioritas andalan nasional. 

    Dalam rangka mendukung Sembalun menjadi sentra utama pengembangan bawang putih nasional, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman telah berkunjung ke lokasi ini dan sekaligus melakukan penanaman bawang putih sebagai simbol, bahwa Sembalun akan bangkit menjadi sentra terbesar bawang putih Indonesia.  Dengan tumbuh dan berkembangnya berbagai sentra utama di Indonesia, Andi Amran Sulaiman yakin swasembada bawang putih Indonesia akan tercapai pada tahun 2021.

    Menurut Kadis Pertanian Lombok Timur, Zaini, sentra pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai 10.000 hektare. Sentra pertanaman tersebar di lima kecamatan yaitu Sembalun,  Wanasaba,  Sikur,  Pringgasela,  dan Suela. Penambahan luas tanam setiap saat ada karena kondisi dan ketersediaan air mencukupi. Sentra utama terbesar di Sembalun bisa mencapai 4.000 hektare, tepatnya di kaki Gunung Rinjani, serta hampir seluruh wilayah ini tertanami bawang putih dengan pola monokultur dan sebagian tumpang sari dengan komoditas sayuran lainnya seperti cabai besar. “Melihat prospektif ini, maka Sembalun siap menjadi penyangga benih bawang putih nasional dan menyukseskan swasembada bawang putih tahun 2021,” ujarnya.  

    Abdul Aziz, Ketua Gapoktan Sembalun Horti 441 Desa Sembalun Lawang dan sekaligus champion bawang putih Kabupaten Lombok Timur mengatakan, bahwa kelompok binaanya konsentrasi dalam penyediaan benih bawang putih varietas Sangga Sembalun. “Kami siapkan benih sampai bulan September sekitar 1.500 ton,” tuturnya.  

    “Permintaan benih cukup banyak dan kami kewalahan dalam memenuhi permintaaan. Ada dari Jawa Barat,  Jawa Tengah,  Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, bahkan permintaan sampai Maluku. Hal ini menandakan bahwa Sembalun sudah dikenal oleh para pencinta dan daerah sentra pengembangan bawang putih Indonesia,” katanya.

    Hal yang sama diutarakan H.M. Idris, Kepala Desa Sembalun Lawang. Dia mengatakan  bahwa warga desa dan kelompok tani di wilayah Desa Sembalun Lawang sangat antusias dalam mengembangkan bawang putih.  Sejak tahun 1980-an bawang putih sempat berjaya,  namun setelah itu redup lagi.  

    Dalam tiga tahun terakhir, petani semakin antusias dalam berbudidaya bawang putih dan bangkit serta terus berkembang di Sembalun.  Kelompok tani rata rata menanam varietas Sangga Sembalun dengan produktivitas rata rata 12-15 ton per hektare, dengan harga panen basah Rp 13-15 ribu dan harga benih siap tanam Rp 45 ribu di tingkat petani. “Dengan harga yang begitu bagus,  terus terang bisa mengangkat perekonomian di daerah kami, dan tingkat kesejahteraan meningkat tajam.  Hal ini bisa dilihat dari rumah ibadah seperti mesjid dan rumah penduduk sudah permanen dan roda perekonomian semakin membaik,” ucapnya. 

    Menurut Agung Sunusi, Kasubdit Bawang Merah dan Sayuran Umbi Direktorat Jenderal Hortikultura, Kabupaten Lombok Timur merupakan salah satu sentra pengembangan bawang putih nasional yang mendapat perhatian prioritas. Hal ini ditandai dengan terus meningkatnya luas tanam bawang putih, khususnya di Kecamatan Sembalun yang menjadi salah satu lokasi terluas dan ideal untuk pertanaman bawang putih. 

    Sebagai bukti komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi dan menjaga minat petani untuk menanam bawang putih, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, di antaranya fasilitasi bantuan saprodi berupa benih dan pupuk. “Pada tahun 2017-2018, telah dialokasikan pengembangan kawasan bawang putih seluas 3.442 hektare,” ujarnya. 

    Saat ini Kabupaten Lombok Timur terus melakukan perluasan pertanaman bawang putih. “Tidak hanya mengandalkan APBN, namun dengan adanya kebijakan wajib tanam lima persen bagi importir, semakin banyak petani yang bermitra dan menanam bawang putih guna mensukseskan swasembada bawang putih 2021,” kata Agung. (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.