Deretan Artis Ini Akan Nyaleg Lewat Partai Berkarya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Silaturahmi Partai Berkarya di Graha Granadi, Jakarta Selatan, 19 Februari 2018. TEMPO/Zara Amelia

    Silaturahmi Partai Berkarya di Graha Granadi, Jakarta Selatan, 19 Februari 2018. TEMPO/Zara Amelia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan akan ada banyak artis yang akan mencalonkan diri lewat Partai Berkarya dalam pemilihan legislatif atau pileg 2019. Priyo menyebutkan ada aktor Andi Arsyil sampai aktris senior Paramitha Rusady.

    "Ada juga Sultan Djorghi, Raslina Rasidin, Paramitha Rusady, Annisa Trihapsari, Doni Kusuma, dan ada beberapa lainnya akan kami umumkan nanti," kata Priyo di kantor DPP Partai Berkarya pada Ahad, 15 Juli 2018.

    Baca: Priyo Budi: Banyak Kader Golkar Akan Nyaleg Lewat Partai Berkarya

    Dengan bergabungnya tokoh-tokoh populer tersebut, kata Priyo, partainya optimistis akan meraih 80 dari 575 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pemilihan legislatif mendatang.

    Partai Berkarya muncul sebagai partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Partai ini berada di bawah pimpinan salah satu putra Soeharto, yaitu Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

    Baca: Partai Berkarya Targetkan Raih 80 Kursi Parlemen

    Selain sejumlah artis, Priyo menyebutkan akan ada banyak kader Golkar yang loncat pagar dan memilih nyaleg lewat Partai Berkarya dalam pemilihan legislatif mendatang.

    Priyo enggan membeberkan nama-nama tersebut, tapi dia menyebut nama politikus senior Zainal Bintang akan maju dari Partai Berkarya. "Beberapa tokoh DPR RI dari Golkar juga banyak yang bergabung, nanti tunggu saja pengumumannya," ujar mantan politikus Golkar tersebut.

    Baca: Partai Berkarya Adopsi Program Soeharto Jaring Suara Pemilu 2019


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.