Gempa 4,8 Skala Richter Guncang Lebak, Banten

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    Ilustrasi gempa bumi. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan 4,8 skala Richter mengguncang Lebak, Banten, pada Ahad, 15 Juli 2018, pukul 14.26 WIB. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Djatmiko mengatakan pusat gempa terletak di 42 kilometer ke arah tenggara Lebak.

    "Gempa terjadi di kedalaman dua kilometer," kata Hary melalui keterangan tertulis pada Ahad, 15 Juli 2018.

    Baca juga: Gempa Kalimantan Tengah Muncul di Zona Tak Lazim

    Hary menyebutkan gempa terjadi di koordinat 6,93 Lintang Selatan dan 106,37 Bujur Timur. Gempa dirasakan di kawasan Panggarangan, Malingping, Cisolok, Cijaku, Panimbang, dan Kabandungan. Selain itu, guncangan juga terasa di daerah Cisaat dan Pelabuhan Ratu II.

    Hana Agustina, salah satu warga Cimelati, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, menuturkan saat terjadi gempa, dia tengah mengasuh anak di dalam rumah. "Tiba-tiba melihat lampu gantung bergoyang dan mendengar teriakan tetangga yang menyebutkan gempa. Tanpa pikir panjang, saya menggendong anak dan langsung keluar rumah," ujarnya, Minggu, 15 Juli.

    Baca: Telah Terjadi 53 Gempa di Lebak, Ini Penjelasan BNPB

    Resi Hassanah, warga Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, mengatakan ia bersama keluarganya yang tengah berkumpul di rumah, langsung keluar mencari lahan kosong saat merasakan getaran akibat gempa. "Terkejut pastinya, walaupun gempa tidak lama tapi getarannya cukup kencang. Kami sekeluarga langsung keluar rumah, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

    Hingga saat ini belum ada informasi kerusakan bangunan, baik rumah maupun fasilitas lainnya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi akibat gempa ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.