Ditanya Soal Pencapresan, Begini Jawaban Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir dalam acara Festival Betawi 2018 di Gedung Smesco dan memberi kesempatan pengunjung untuk membatik. Kamis, 31 Mei 2018. Maria Fransisca.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut hadir dalam acara Festival Betawi 2018 di Gedung Smesco dan memberi kesempatan pengunjung untuk membatik. Kamis, 31 Mei 2018. Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku belum ada yang menawari dirinya untuk maju dalam pilpres 2019 saat ditanya apakah ia akan ikut bertarung dalam pesta demokrasi itu.

    "Belum ada tawaran," kata Anies saat ditemui di Menteng Jakarta Pusat, Ahad, 15 Juli 2018.

    Baca: Bertemu Presiden PKS, Anies Baswedan Sampaikan 2 Hal Soal Pilpres

    Nama mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mencuat sebagai salah satu kandidat dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden. Namanya juga sering masuk dalam hasil sigi sejumlah lembaga survei.

    Saat ditanya bagaimana jika ada yang menawarkan, Anies pun mengelak menjawab. "Tanya ke partai," kata dia.

    Salah satu partai yang sempat menggadang-gadang nama Anies adalah PKS. Partai itu memunculkan wacana memajukan Anies dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Gerindra juga menyebut nama Anies masuk dalam daftar potensial sebagai cawapres Prabowo Subianto.

    Baca: Akbar Tandjung: Idealnya Anies Selesaikan Tugas di DKI Dulu

    Kemarin, Anies bertemu dengan Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera, Shohibul Imandi Kantor Dewan Pengurus Pusat PKS Jakarta. Anies mengaku pertemuan tersebut merupakan agenda silaturahmi yang sudah tertunda tiga kali. "Rencana silaturahmi itu sudah tiga kali tertunda, kebetulan kemarin bertemu pagi di sebuah acara, langsung saja sorenya bisa untuk bertemu," ujarnya.

    Anies menyebutkan dalam pertemuan itu tidak pembicaraan terkait pilpres. "Tidak ada pembicaraan khusus, hanya perkembangan Jakarta saat ini," ujarnya.

    Sedangkan Ketua Umum PKS, Sohibul membenarkan bahwa ada pembahasan mengenai pilpres 2019 dalam pertemuannya dengan Anies. Ia mengakui bahwa dirinya lah yang memulai pembahasan tersebut. "Pak Anies nih nama Anda cukup berkibar-kibar di media. Jadi saya tanya masalah sikap beliau tentang pemberitaan itu," kata Sohibul usai pertemuan dengan Anies.

    Baca: Gerindra Usul Anies Jadi Cawapres Prabowo untuk Tengahi PKS - PAN

    Sohibul mengatakan ada dua pernyataan dari Anies kepadanya. Pertama, Anies menyampaikan bahwa ia diusung sebagai Gubernur DKI oleh PKS dan Gerindra. Karena itu, Anies menyerahkan sepenuhnya masalah penyikapan tentang capres maupun cawapres kepada partai pengusungnya.

    Kedua, Sohibul mengatakan bahwa Anies Baswedan mengingatkan dirinya pernah menugaskan agar Gubernur DKI itu menuntaskan jabatannya selama 5 tahun. Tapi, kata Sohibul, Anies Baswedan menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada partai pengusung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.