Jumat, 14 Desember 2018

Mentan: Optimalkan Pasokan Sayuran Ibukota dari Bantaran BKT

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiram bibit tanaman cabai saat meninjau lahan di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) di Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Juli 2018. Potensi lahan pertanian sekitaran BKT dapat dikelola menjadi Kawasan Ramah Pangan Lestari (KRPL) agar bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiram bibit tanaman cabai saat meninjau lahan di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) di Duren Sawit, Jakarta Timur, 14 Juli 2018. Potensi lahan pertanian sekitaran BKT dapat dikelola menjadi Kawasan Ramah Pangan Lestari (KRPL) agar bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga. Tempo/Fakhri Hermansyah

    INFO NASIONAL - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus  menjaga dan meningkatkan  pasokan sayur-sayuran khususnya cabai untuk masyatakat Ibukota DKI Jakarta. Pasalnya, terjaminya kebutuhan di DKI Jakarta menjadi  barometer stabilitas pasokan dan harga cabai nasional.

    Langkah kongret yang dilakukan Mentan Amran adalah turun ke bantaran sungai Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur sekaligus memberikan bantuan bibit sayur-sayuran seperti cabai, bayam, terong, kangkung, tomat, serta alat bertani seperti pompa air, alat semprot dan cultivator,  Sabtu,14 Juli 2018. Terdapat potensi lahan pertanian di bantaran sungai BKT sepanjang 25 kilometer atau seluas 50 hektare, yang dapat dikelola menjadi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

    “Ini menarik, pinggir sungai dapat kita manfaatkan sebagai KRPL percontohan. Kita bikin bantaran ini cantik ditanami sayuran. Tahun lalu, ada 1.500 KRPL di berbagai daerah, tahun ini kita tingkatkan. Jika saja pinggir sungai ini penuh ditanami cabai, bisa suplai kebutuhan di Jakarta mencapai 40 sampai 50 persen,” demikian ujar Amran.

    “Keuntungan lainya, masyarakat dapat pendapatan dan pemda tidak perlu lagi membersihkan pinggir sungai,” ujar Amran menambahkan.

    Amran menyebutkan seluruh bantuan budidaya dan pendampingan diberikan secara gratis oleh Kementan. Bantuan ini merupakan komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan produksi dan stabilitas harga pangan.

    Menurut Amran, bantaran sungai BKT memiliki potensi lahan yang cukup luas. Jika dikelola dengan serius, mampu meningkatkan pasokan sayur-sayuran dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Ibukota DKI Jakarta.

    “Kalau kita hitung, pinggir sungai ini 50 hektare, jika produksi 10 ton per hektare, jadi nanti kita hasilkan cabai 500 ton. Ini akan menjadi percontohan, nanti akan masuk di daerah lain. Negara kita ini kaya, lahan tersedia banyak. Kita manfaatkan lahan dan air, kita tidak bakal kekurangan pangan, khususnya cabai, tidak mungkin kekurangan,” katanya.

    Lebih lanjut Amran menekankan saat ini pasokan dan harga sayur-sayuran, khususnya cabai di DKI Jakarta sangat stabil. Dengan adanya KRPL ini, pasokan cabai dan sayuran lainya meningkat dan harga akan makin  stabil.

    “Sekarang cabai stabil. KRPL kita bangun, nanti makin stabil lagi. Kita dorong KRPL. Utusan PBB akan mencontoh KRPL Indonesia. Kemarin utusan PBB telah kunjungi Padang dan Yogyakarta. KRPL bisa memenuhi pangan rumah tangga sendiri. Produksi ayam pun kami dorong sehingga bisa memenuhi protein dan tekan inflasi,” ujarnya.

    Menurut Amran, hasil produksi cabai secara besar-besar bisa  diekspor. "Pemanfaatan lahan perkotaan kita arahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kita sudah kerjasama dengan Dharma Wanita, IWAPI, Persit dan seluruh organisasi perempuan,” tutur Amran.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.