Jumat, 14 Desember 2018

Bandara Kertajati Belum Bisa Digunakan untuk Embarkasi Haji 2018

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan meninjau secara langsung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Sabtu, 23 Juni 2018.(dok Pemprov Jabar)

    Penjabat Gubernur Jawa Barat M Iriawan meninjau secara langsung Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Sabtu, 23 Juni 2018.(dok Pemprov Jabar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jemaah calon haji asal Jawa Barat belum bisa memanfaatkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Mereka akan berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Soekarno-Hatta.

    "Kertajati memerlukan asrama haji, maka pada 2018 belum bisa digunakan sebagai embarkasi," kata Lukman di Jakarta, Sabtu, 14 Juli 2018. Dengan kata lain, menurut Lukman, rencana penggunaan embarkasi Kertajati belum bisa direalisasikan pada musim haji 2018.

    Baca: Alasan Garuda Indonesia Sewa 4 Pesawat untuk Layani Haji 2018

    Lukman sebelumnya meninjau perkembangan Bandara Kertajati dan sarana pendukungnya untuk embarkasi haji, tapi akhirnya ditunda karena ada kendala. "Insya Allah, tahun depan," katanya.

    Setiap bandara yang menjadi embarkasi, kata Lukman, mensyaratkan adanya asrama haji yang jaraknya relatif dekat. Untuk infrastruktur asrama haji bagi jemaah Jawa Barat baru ada di Bekasi, yang letaknya lebih dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta daripada Kertajati. "Ini sedang kami matangkan. Mudahan-mudahan tahun depan bisa disiapkan."

    Baca: Layani Haji 2018, Garuda Indonesia Siapkan 14 Pesawat

    Operasional haji 1439 Hijriah/2018 Masehi segera dilangsungkan. Keberangkatan pertama jemaah calon haji kloter pertama mulai dilakukan pada 17 Juli 2018. Lukman dijadwalkan melepas kloter Jakarta-Pondok Gede (JKG 01) dari Asrama Haji Pondok Gede pada Selasa, 17 Juli 2018, pukul 05.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.