Jumat, 14 Desember 2018

PKS Yakin Gerindra Pilih Kadernya Jadi Cawapres Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pidato kebangsaan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pidato kebangsaan di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, 25 Juni 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera optimistis kader partainya akan dipilih Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden (cawapres). PKS sudah menyiapkan sembilan nama yang berasal dari kadernya.

    "PKS tetap yakin Pak Prabowo akan memilih (9 nama kader PKS) karena komunikasi internal dan hubungan kami sangat baik," kata Mardani di Workroom Coffee, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Soal Cawapres Prabowo, Gerindra Tetap Prioritaskan PKS dan PAN

    Menurut Mardani, hubungan PKS dan Gerindra sudah berlangsung lama. Di pilpres 2014 pun PKS menyumbang suara besar untuk Prabowo.

    Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan partainya sedang mempertimbangkan 9 nama cawapres PKS untuk menjadi pendamping Prabowo. "Kami sangat mempertimbangkan nama itu. Dari nama itu akan mengerucut jadi dua atau satu nama," kata dia.

    Baca: Gerindra Bocorkan Kandidat Cawapres Prabowo. Siapa Saja Mereka?

    Namun Riza mengatakan Gerindra tak hanya mempertimbangkan nama cawapres dari PKS. Gerindra juga menyeleksi nama cawapres dari partai lain seperti PAN dan Partai Demokrat. Begitu juga cawapres dari nonpartai.

    Menurut Riza, keputusan soal cawapres pendamping Prabowo akan diambil lewat jalan musyawarah. Nama yang dipilih harus mendapat dukungan partai politik yang tergabung dalam koalisi.

    Baca: Jokowi Sepuluh, Gerindra Punya Sembilan Kandidat Cawapres Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.