Minggu, 22 Juli 2018

TNI Tak Mengejar Kelompok Bersenjata di Nduga Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    Ilustrasi TNI AD. Tempo/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi membantah adanya serangan udara oleh helikopter TNI di Kenyam, Nduga, Papua.

    "Belum ada pergerakan pasukan TNI untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Nduga baik dari darat maupun lewat udara," ujar Aidi dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca juga: Gelombang Pengungsian Terjadi dari Nduga ke Kabupaten Asmat Papua

    Menurut Aidi, hingga saat ini TNI belum pernah menggunakan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) berupa helikopter dan pesawat sayap untuk menyerbu kelompok bersenjata ini. Sejauh ini, kata dia, Alutsista hanya dipakai untuk penyaluran logistik dan membantu pemda. "Untuk membantu masyarakat mengatasi kesulitan rakyat khususnya dalam hal sarana angkut," katanya.

    Sebelumnya, Bupati Nduga Papua Yarius Gwijangge meminta aparat keamanan tak melakukan serangan udara dalam mengejar kelompok bersenjata yang ada di wilayah itu. Yarius mengatakan tembakan tersebut berasal dari helikopter yang berputar di atas Kenyam. "Heli itu aksesnya dari Timika. Mereka tembak di atas Alguru," ucapnya.

    Akibat serangan itu, kata Yarius, banyak warga Nduga yang lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Dia mengatakan meskipun tembakan yang dilakukan aparat keamanan itu tak diarahkan ke warga melainkan ke kelompok bersenjata, namun warga tetap lari ke hutan. "Saya minta warga tidak lari sembunyi ke hutan," tuturnya.

    Aidi mengatakan selama ini TNI masih mengedepankan tindakan polisionir dalam menghadapi kelompok bersenjata. Sebab, status politik dan eskalasi ancaman di Papua adalah tertib sipil. "Sama dengan yang berlaku di daerah lain di seluruh wilayah Indonesia," ucapnya.

    Baca juga: Ada Serangan Bersenjata, Pilkada 2018 di Nduga, Papua, Ditunda

    Selain itu, Aidi menuturkan, penindakan hukum aparat keamanan selama ini juga ditujukan ke kelompok yang menggunakan senjata secara ilegal. Mereka, kata dia, telah melawan, merongrong kedaulatan negara, meneror rakyat sipil, hingga melakukan pembantaian yang tidak berperikemanusiaan. "Yang dilakukan aparat keamanan adalah pengamanan pemukiman, melindungi rakyat, serta penindakan hukum, bukan menyerang rakyat," tuturnya.

    Aidi juga meminta warga tak perlu takut dengan aparat keamanan. Selain itu, dia mengimbau warga Nduga tetap di pemukiman yang dijaga aparat keamanan serta tak lari ke hutan. "Terutama di daerah yang ada aparat keamanannya, maka TNI-Polri akan menjamin keamanan rakyat," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.