Selasa, 25 September 2018

Peristiwa Langka, Gempa Guncang Katingan, Kalimantan Tengah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, JakartaGempa bumi yang langka terjadi di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Kabupaten Katingan diguncang gempa berkekuatan 4,2 skala Richter (SR) pada Kamis, 12 Juli 2018.

    "Sesuai informasi dari Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan (Kalimantan Timur) Mudijianto yang kami terima menyebutkan gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi tsunami," kata Kepala BMKG Barito Utara Juli Budi Kisworo di Muara Teweh hari ini.

    Baca juga: Gempa Zona Sesar Bayah Goyang Sekitar Gunung Salak

    Menurut Juli, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa dengan letak episenter di koordinat 1.87 lintang selatan dan 113.43 bujur timur atau tepatnya berlokasi pada jarak 70 kilometer Barat Laut Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, dengan kedalaman hanya 5 kilometer.

    Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan dampak gempa bumi berupa guncangan kuat/lemah dirasakan di daerah Katingan dan Kasongan dalam skala intensitas IISIG BMKG atau (III-IV MMI).

    "Di daerah ini, guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang atau beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri," ujar Juli.

    Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, guncangan ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

    "Terkait dengan peristiwa gempa bumi tektonik itu, hingga laporan ini disusun pada pukul 17.00 WIB, belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG," ucap Juli mengutip laporan Stasiun Geofisika Balikpapan.

    Juli menjelaskan, BMKG Barito Utara memiliki alat deteksi gempa bumi dan tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS). Alat ini, kata dia, berfungsi membantu BMKG memantau gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Pulau Kalimantan atau khususnya di sekitar laut Sulawesi.

    "Alat ini hanya bersifat sensor, yang secara otomatis memberikan informasi kalau terjadi gempa kepada BMKG Pusat," tuturnya.

    Meski diketahui secara umum bahwa Pulau Kalimantan selama ini dikenal aman dari gempa dan tsunami, fakta mencatat sejarah yang merupakan peristiwa langka telah terjadi di Kalimantan Tengah, khususnya Muara Teweh.

    Kejadian gempa bumi di Kalimantan Tengah terjadi di Muara Teweh, bertepatan dengan Lebaran 2016. BMKG mencatat wilayah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara dan Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengalami gempa bumi pada Rabu sekitar pukul 14.03 dengan kekuatan 4,5 SR.

    Baca juga: Gempa Langka Muncul dari Laut Jawa

    Dari sejarah gempa bumi di Indonesia yang terjadi di Kalimantan selain di Muara Teweh dan wilayah Balikpapan (Laut Sulawesi), tercatat tiga kali berturut-turut peristiwa bencana gempa bumi di Tarakan, Kalimantan Utara, dan sekitarnya, yakni pada 19 April 1923, 13 April 1924, dan 14 Februari 1925, dengan kekuatan mencapai VIII skala MMI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.