Minggu, 22 Juli 2018

Personel yang Terlibat Baku Tembak di Nduga Papua Diminta Ditarik

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang ditembak, sedang parkir di lapangan terbang Keneyam, Nduga. Foto: Jubi

    Pesawat Twin Otter milik maskapai Trigana Air yang ditembak, sedang parkir di lapangan terbang Keneyam, Nduga. Foto: Jubi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge mengatakan ada baku tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan kelompok bersenjata di Kampung Alguru, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga Papua pada Rabu 11 Juli 2018 siang.

    Wentius Nimiangge mengatakan penembakan yang dilakukan aparat keamanan itu dilakukan secara beruntun dan tiba-tiba sehingga tidak diketahui oleh pemerintahan setempat.

    Baca juga: Gelombang Pengungsian Terjadi dari Nduga ke Kabupaten Asmat Papua

    Menurut Wentius, aparat gabungan TNI-Polri menggunakan helikopter menuju Kampung Alguru yang diduga sebagai markas kelompok bersenjata.

    "Tidak diizinkan lalu kamu tembak-tembak di (dari) udara, ini peraturan dari mana? Siapa yang ajak. Tidak koordinasi langsung tembakan jalan (lakukan penembakan)," katanya kepada Antara, Kamis 12 Juli 2018.

    Ia mengatakan selama terjadi penembakan, Bupati dan Wakil Bupati sedang berada di Nduga atau tidak sedang di luar daerah.

    "Bupati dan wakil ada di sini, kenapa tidak dilaporkan. Kami ada di sini baru penyerangan. Kita sudah kasi naik di Facebook banyak. Bisa lihat di situ," katanya.

    Akibat penembakan yang terjadi, warga langsung mengungsi ke hutan belantara, termasuk ke kabupaten tetangga seperti Mimika melalui Agats, Kabupaten Asmat.

    "Korban belum dihitung, masih ada trauma jadi belum lihat korban. Masyarakat pengungsi itu lewat batas di Agats, Timika. Warga yang lain masih di hutan jadi kami belum hitung korbannya," katanya.

    Wentius Nimiangge mengaku sudah berkoordinasi dengan pimpinan TNI/Polri untuk menarik pasukan yang melakukan penambakan-penembakan tersebut.

    Baca juga: Ada Serangan Bersenjata, Pilkada 2018 di Nduga, Papua, Ditunda

    "Kami minta yang tembak-tembak, yang bikin trauma, macet, ini harus ditarik. Orang-orang ini harus ditarik. Mereka membela negara ini atau melindungi negara ini. Tembak-tembak ini kurang bagus. Mereka tidak lewat pemerintah yang ada di sini," katanya.

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal membantah adanya penembakan dari helikopter di Nduga. Menurut Kamal, penembakan dilakukan kelompok bersenjata ke arah helikopter yang membawa bahan makanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.