Jumat, 14 Desember 2018

37 Hari Jelang Asian Games, Pemerintah Tajamkan Persiapan Cabor dan Ticketing

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait persiapan cabang olahraga (Cabor) dan Ticketing Asian Games XVIII 2018  di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta, Kamis,12 Juli 2018. (dok Kemenko PMK)

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait persiapan cabang olahraga (Cabor) dan Ticketing Asian Games XVIII 2018 di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, Jakarta, Kamis,12 Juli 2018. (dok Kemenko PMK)

    INFO NASIONAL-- 37 hari jelang pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) semakin menyempurnakan pelaksanaannya. Hari ini, Kamis,12 Juli 2018 bertempat di Ruang Rapat Utama Kemenko PMK, diselenggarakan Rapat Tingkat Menteri (RTM) terkait persiapan cabang olahraga (Cabor) dan Ticketing.

    RTM yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani ini dalam bahasan pertamanya ialah persiapan Cabor penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018. Dalam paparannya, Menko Puan menjelaskan, bahwa hingga kini, seluruh cabor sudah dan sedang melaksanakan Training Center dan Tryout. “Adapun kepastian jumlah kontingen Indonesia yang mengikuti Asian Games XVIII Tahun 2018 berdasarkan SK Menpora sebanyak 1080 orang (terdiri dari 678 atlet).Entry by number and name sendiri akan ditutup pada 30 Juni 2018,” ujar Puan.

    Selain evaluasi Training Center dan Tryout serta kepastian jumlah kontingen Indonesia, RTM terkait Cabor ini juga membahas kepastian lokasi dan dukungan akomodasi kontingen Indonesia. Dibahas pula percepatan penyaluran dukungan anggaran. RTM terkait Cabor yang mengundang ketua Cabor di Indonesia yang akan mengikuti Asian Games XVIII tahun 2018 ini pun membicarakan peluang emas yang dapat diperoleh oleh Tim Indonesia. Hingga kini menurut data pemerintah, terdapat 16 cabor yang berpotensi meraih emas. “Kita sepakat menggunakan nama Tim Indonesia, tidak lagi per Cabor,” kata Puan.

    Terkait anggaran untuk pembinaan prestasi olahraga nasional, menurut Menko Puan, sudah 70 persen anggaran dicairkan dan digunakan seluruh induk cabor. Sementara 30 persen anggaran sudah siap dicairkan, namun masih menunggu pertanggungjawaban tahap I. Pemerintah sendiri baru menerima laporan dari 10 cabor.

    Sementara terkait ticketing untuk Asian Games XVIII tahun 2018, Menko Puan menjelaskan penjualan tiket Asian Games XVIII tahun 2018 sudah dilakukan sejak awal Juli ini. Adapun penjualan tiket secara online dilakukan melalui kiostix.com. Pemerintah juga tengah mempertimbangkan untuk menurunkan harga tiket setelah beberapa pihak merasakan harganya mahal, khususnya tiket saat opening dan closing ceremony.

    Selain penjualan online, metode lain juga akan dilakukan dengan berbagai cara. Pemerintah juga akan memberikan tiket masuk bagi pelajar di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Sumatera Selatan untuk meramaikan pertandingan, khususnya bagi cabor yang tidak populer. Termasuk menggerakkan komunitas olahraga terkait yang terdapat di DKI Jakarta, Palembang dan Jabar. Distribusi tiket undangan juga akan dilakukan kepada Kementerian dan Lembaga. Pemerintah juga akan menjamin keamanan para penonton baik di dalam maupun di luar arena olahraga.

    RTM terkait cabor dan ticketing penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018 dihadiri oleh Menpora Imam Nachrawi, Wamenkeu Mardiasmo, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno, Chief De Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Games XVIII tahun 2018 Komjen Pol Syafrudin, Wakil Ketua KONI MayjenSuwarno dan Sekjen Inasgoc Eris Herryanto. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.