Minggu, 22 Juli 2018

Bupati Nduga Papua Minta Aparat Tak Lakukan Serangan dari Udara

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengungsian di Papua. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi pengungsian di Papua. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Nduga Papua Yarius Gwijangge meminta aparat keamanan tak melakukan serangan dari udara untuk mengejar kelompok bersenjata yang ada di wilayah itu.

    Yarius mengatakan tembakan tersebut berasal dari helikopter yang berputas di atas Keneyam. "Heli itu aksesnya dari Timika. Mereka tembak di atas Alguru," ujar dia.

    Akibat serangan itu, banyak warga Nduga yang lari ke hutan untuk menyelamatkan diri. Karena itu Yarius meminta warganya untuk tak lari ke hutan.

    Baca juga: Polisi Hilang Pasca-Pilkada Papua, Polda Turunkan 100 Personel

    “Saya minta warga tidak lari sembunyi ke hutan,” ujar Yarius. Menurut dia, warga Nduga datang melapor ke dirinya. Menurut Yarius, ia bahkan meminta warga sama-sama menyaksikan serangan yang sedang terjadi.

    Bupati Nduga dua periode ini menjelaskan bahwa aparat keamanan menggunakan jalur sungai dari Timika menuju Keneyam setelah singgah di Asmat karena tidak ada pesawat yang bisa digunakan.

    Aparat keamanan Indonesia sampai saat ini masih mengejar kelompok bersenjata yang ada di Nduga. Yarius mengatakan tembakan yang dilakukan aparat keamanan itu tak diarahkan ke warga sipil melainkan ke kelompok bersenjata.

    “Tembakannya diarahkan ke TPN/OPM di Alguru. Tidak ada serangan ke masyarakat. Mereka (aparat keamanan) lakukan serangan ke tempat dimana OPM berada,” ungkap Bupati Yarius, dikutip suarapapua.com.

    Yarius juga menegaskan tidak ada korban di pihak warga sipil. Menurutnya, tindakan aparat keamanan tersebut dilakukan untuk menjalankan tugas mereka.

    Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki mengakui ada sekitar 100 personel polisi yang diperbantukan ke Nduga untuk mengejar kelompok bersenjata yang melakukan penembakan aparat keamanan dan warga sipil pada 25 Juni lalu. Sebelumnya, kelompok ini menembaki pesawat dengan penumpang anggota Brimob yang menuju Nduga untuk pengamanan Pilkada.

    Baca juga: 2 Polisi Hilang seusai Penyerangan di Papua, Belum Ditemukan

    “Sekitar 100 personel yang diperbantukan untuk mengejar kelompok bersenjata yang menyerang warga sebelum pilkada lalu,” ujar Wakapolda Yakobus Marjuki pada Rabu 11 Juli 2018 di Kantor Kepolisian Daerah Papua, Jayapura.

    Beberapa saat setelah insiden penyerangan oleh kelompok bersenjata di Keneyam Nduga pada tanggal 25 Juni, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan pengiriman pasukan tambahan ke Nduga. Menurutnya, serangan bersenjata yang "memanfaatkan situasi pilkada" tidak akan menganggu upaya pengamanaan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Nduga, Papua.

    "Kita tidak akan mundur, kita akan tetap kirim pasukan. Saya sudah sampaikan ke Pak Kapolda, kalau kurang, kita akan tambah lagi," kata Tito saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.