Jumat, 14 Desember 2018

Jelang Pilpres 2019, Demokrat: Kami Tidak akan Netral

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada awak media ikhwal rencana Demokrat dalam pemilu 2019 di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada awak media ikhwal rencana Demokrat dalam pemilu 2019 di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan Demokrat bakal bergabung dengan salah satu koalisi partai dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Hinca menuturkan mereka tidak akan netral seperti ketika Pilpres 2014.

    "Sudah diputuskan Pak SBY, Demokrat tidak akan seperti yang lalu," kata Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis, 12 Juli 2018. Hinca mengatakan akan ada tiga pilihan sikap politik Demokrat pada Pilpres 2019.

    Simak: Sebulan Sebelum Pendaftaran Capres, Demokrat - Golkar Kian Mesra

    Pertama, mendukung calon presiden inkumben Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kedua, bergabung dengan koalisi yang pendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Terakhir, membentuk koalisi baru di luar poros Jokowi atau Prabowo.

    "Apakah ke Jokowi, apakah ke Prabowo, apakah ke bukan Jokowi dan bukan Prabowo. Kami tetap akan mendukung salah satu calon," ujar Hinca.

    Hinca mengatakan, sampai saat ini partainya terus membangun komunikasi dengan berbagai partai. Selasa kemarin, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto khusus bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Golkar ingin menjajaki kemungkinan Demokrat bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

    Baca: Kata Airlangga Hartarto Soal Pertemuannya dengan SBY

    Sementara itu, Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga berharap Demokrat akan bergabung dengan partai koalisi mereka dalam Pilpres 2019. Menurut Hinca, 29 hari menjelang pendaftaran Pilpres pada 4 Agustus mendatang, partainya akan mempertimbangkan semua kemungkinan koalisi. "Semua akan kami timbang-timbang," kata Hinca.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.