Kata Airlangga Hartarto Soal Pertemuannya dengan SBY

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (kanan) menyampaikan keterangan pers setelah memantau hasil hitung cepat (quick count) pilkada serentak di 171 daerah di gedung DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Partai Golkar mengklaim target perolehan suara 56 persen dalam pilkada serentak 2018 telah tercapai. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan ihwal pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Keduanya bertemu di rumah SBY di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 Juli 2018.

Airlangga mengatakan silaturahmi antarpimpinan partai adalah hal biasa. Menurut dia, saat ini suasananya cair. Ia menegaskan posisi Golkar sudah final, yaitu mendukung Joko Widodo untuk maju pemilihan presiden 2019.

Baca: Airlangga Hartarto Bertemu SBY, Sinyal Koalisi Baru?

"Jadi tuntutan jalan dan langkah Partai Golkar itu selalu jelas. Nah, karena itu, komunikasi dengan partai-partai kan penting," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Tahapan sekarang, kata Airlangga, adalah koalisi-koalisi yang mendukung Jokowi. Saat ini, beberapa partai telah menyatakan dukungannya kepada Jokowi, tapi ada pula partai yang masih belum memutuskan langkah koalisi untuk pilpres 2019.

"Nah, tentu komunikasi itu dibangun agar nanti tidak terjadi misinterpretasi atau miskomunikasi antarkoalisi pendukung presiden," kata Airlangga. "Dan tentu bagi koalisi partai pendukung presiden lebih banyak lebih baik di dalam politik."

Baca: Airlangga Bertemu SBY, Puan Yakin Golkar Komitmen Dukung Jokowi

Airlangga menekankan koalisi partai pengusung Jokowi saat ini sudah cukup. Namun, menurut Ketua Umum Golkar ini, sifatnya inklusif, melibatkan banyak pihak yang berperan. "Nah, tentu komunikasi-komunikasi ini dibangun," ujarnya.

Saat ditanya apa respons yang disampaikan SBY, Airlangga menjawab, "Tentu beliau juga menjanjikan, masih terbuka opsi bergabung, tapi ada opsi lain juga yang dipersiapkan. Jadi masih terbuka."

Saat disinggung mengenai cawapres Jokowi, Airlangga Hartarto menyatakan partainya menyerahkan keputusan itu kepada Jokowi dan koalisi partai politik sesuai dengan mekanisme. "Salah satu mekanisme adalah menyerahkan kepada Pak Presiden, dan setelah itu tentunya ada komunikasi lanjutan," katanya.






Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

1 hari lalu

Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina buka suara soal dugaan peretasan terhadap ponsel milik Menteri Airlangga Hartarto.


10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

2 hari lalu

10 Provinsi Dapat Rp 10 Miliar karena Dinilai Bisa Kendalikan Inflasi

Airlangga mengungkapkan ada sepuluh provinsi yang mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) karena mampu mengendalikan inflasi.


Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

2 hari lalu

Dimulai Presiden Soeharto, Berikut Sejarah Pulau Reklamasi DKI Jakarta

Gubernur Anies Baswedan memutuskan mencabut izin pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Ia mengeluarkan peraturan gubernur.


Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

2 hari lalu

Partai Golkar Sambut Baik jika Ridwan Kamil ingin Bergabung

Politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya terbuka jika Ridwan Kamil ingin bergabung. Tapi semua tergantung Ridwan Kamil sendiri.


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

4 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

4 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.


Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

4 hari lalu

Politik dan Bisnis Suharso Monoarfa, Kepala Bappenas yang Ditunjuk Jokowi Jadi Koordinator SDGs 2024

Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menjadi Koordinator Pelaksana di Dewan Pengarah Nasional SDGs 2024. Ini profil politik dan bisnisnya.


Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

5 hari lalu

Survei CSIS: Elektabilitas Demokrat Samai Golkar, PDIP Tertinggi

Tingkat elektabilitas PDIP mencapai 21,6 persen; Demokrat dan Golkar mencapai 11,3 persen.


Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

5 hari lalu

Puan Maharani Lanjut Safari Politik, PDIP: Keran Komunikasi dengan Golkar Sudah Dibuka

Puan Maharani akan melanjutkan safari politiknya. PDIP menyebut sudah berkomunikasi dengan Golkar. Tergantung kecocokan waktu.


Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

5 hari lalu

Survei CSIS: Golkar Populer di Pemilih Muda, Demokrat Paling Disukai

Golkar mencapai popularitas 94,0 persen dan kesukaan 75,9 persen.