Jokowi Serukan Partai Politik Segera Daftarkan Calegnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyalami pengunjung ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi menyalami pengunjung ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan agar partai politik segera mendaftarkan calon anggota legislatifnya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini disampaikan Ketua KPU Arief Budiman seusai menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

    "Harapan presiden sama, segera diserukan mendaftar lebih awal ," kata Arief di Kompleks Istana Keprersidenan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

    Baca: KPU Imbau Partai Segera Daftarkan Caleg

    Masa pendaftaran caleg untuk pileg 2019 akan berakhir satu pekan lagi. Pendaftaran telah dibuka sejak 4 Juli dan akan ditutup pada 17 Juli 2018.

    Arief sebelumnya juga telah mengimbau agar partai segera mendaftarkan caleg-calegnya. Alasannya jika saat pendaftaran ditemukan ada kekurangan, maka masih ada waktu cukup untuk memperbaikinya.

    Sejak pendaftaran dibuka hingga kini, KPU belum menerima pendaftaran caleg dari partai politik. Menurut Arief, hal tersebut biasa terjadi lantaran partai cenderung mendaftar menjelang pendaftaran ditutup pada 17 Juli 2018.

    Baca: Alasan Politikus ini Uji Materi Larangan Eks Koruptor Jadi Caleg

    Meski begitu, Arief menuturkan pihaknya siap menerima pendaftaran di hari-hari terakhir. "KPU siap selama sesuai dengan jadwal yang sudah diatur di tahapan itu," kata dia, kemarin.

    Belum adanya partai yang mendaftarkan calegnya diduga terkait adanya gugatan Peraturan KPU tentang larangan mantan terpidana korupsi mendaftar di Mahkamah Agung. Namun Arief membantahnya.

    Arief mengatakan tahapan pemilu akan terus berjalan sesuai dengan keputusan yang telah diambil. "Kalau ada putusan hukum baru atau fakta hukum baru, nanti akan dilihat isi dari putusan tersebut seperti apa," kata dia.

    KPU memperkirakan bakal ada ratusan ribu calon anggota legislatif dari 2.100 daerah pemilihan yang bakal mengikuti pileg 2019. Saat pendaftaran para caleg wajib mengisi sistem informasi pencalonan (silon).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.