Jumat, 21 September 2018

PAN Ungkap Anies Baswedan dan Zulhas Sudah Membahas Soal Capres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bertemu Gubernur DKI  Jakarta Anies Baswedan di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III lantai 9 Komplek Parlemen, Jakarta.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan bertemu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Ruang Kerja Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III lantai 9 Komplek Parlemen, Jakarta.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional Yandri Susanto mengatakan, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah membahas kemungkinan Anies maju dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Yandri berujar perbincangan perihal itu berlangsung dalam sejumlah pertemuan Zulkilfi dan Anies.

    "Dalam beberapa pertemuan Bang Zul dengan Pak Anies juga membicarakan peluang dia (Anies) untuk diusung sebagai capres cawapres," kata Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca juga: Tak Setuju Anies Nyapres, Eggi Sudjana: Jangan Seperti Jokowi

    Pertemuan Anies dan Zulkifli di antaranya terjadi pada Kamis, 5 Juli lalu. Pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Zulkifli di kompleks Majelis Permusyawaratan Rakyat, Senayan, Jakarta.

    Yandri mengatakan nama Anies memang dilirik sebagai kandidat capres yang ingin diusung PAN. Nama mantan Menteri Pendidikan itu, kata Yandri, bahkan menguat di internal partainya. Yandri menilai Anies sangat mumpuni sebagai kandidat capres.

    "Nama Anies sangat kuat di internal PAN maupun di internal Gerindra," kata Yandri. "Sangat kuat. Semua syarat untuk menjadi capres ada di Anies."

    Namun, Yandri enggan menjawab saat ditanya apakah Anies sudah menyatakan kesediaannya menjadi capres. Dia berpendapat Anies-lah yang harus menjawab perihal itu. "Itu sebaiknya konfirmasi ke Pak Anies aja," kata dia.

    Meski demikian, Yandri mengakui PAN masih memerlukan partai lain untuk bisa mengusung Anies. Dia merujuk pada syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold). PAN hanya memiliki 8,9 persen suara di Dewan Perwakilan Rakyat dari hasil pemilihan legislatif 2014. Padahal, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mensyaratkan partai atau gabungan partai politik memiliki 20 persen suara legislatif.

    PAN, kata Yandri, sudah cenderung menentukan arah untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra. Kata dia, gabungan kedua partai ini sudah mencukupi untuk bisa mengusung Anies sebagai capres.

    Baca juga: Politikus PKS Heran Partai Jagokan Anies Baswedan

    "PAN dengan Gerindra sudah cukup, artinya kalau disepakati partai ini langsung bergabung dan mengusung pasangan, insya Allah dalam waktu dekat akan kami umumkan capres cawapres," kata Yandri.

    Yandri menambahkan, PAN tak berkukuh mengusung Anies Baswedan sebagai capres. PAN juga tak ngotot ingin mencalonkan Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan sebagai capres atau cawapres.

    Yandri berujar ada empat skenario pasangan capres dan cawapres versi partainya. Keempat skenario itu yakni pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto-Zulkifli Hasan, Prabowo-Anies, Anies-Gatot Nurmantyo, atau Gatot-Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.