Bertemu Anies, Luhut Cerita Saat Bareng Jadi Timses Jokowi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (keempat kiri) saat tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. ANTARA

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (keempat kiri) saat tiba di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, 24 Mei 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara Konsultasi Nasional Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 2018 di Gedung Soko Marpingkir, Pulogebang, Jakarta Timur pada Selasa, 10 Juli 2018. Dalam acara tersebut, keduanya terlihat cukup akrab setelah sempat bersitegang akibat polemik reklamasi.

    Luhut yang tiba belakangan menghampiri Anies untuk duduk bersama di salah satu ruangan. Anies segera berdiri dan berjabat tangan dengan Luhut. Keduanya duduk bersebelahan sepanjang acara tersebut. Dalam acara itu, Luhut mewakili Presiden Joko Widodo yang berhalangan hadir.

    Baca juga: Luhut Panjaitan Jelaskan Soal Pertemuannya dengan Prabowo

    Luhut membantah ada percakapan politik terkait Pemilihan Presiden 2019 di antara keduanya. "Enggak ada (membahas) urusan Pilpres 2019," kata Luhut usai menghadiri acara tersebut. Luhut juga mengatakan, meski berbeda soal pandangan politik, hubungan keduanya tetap baik.

    "Pak Anies dulu kampanye sama-sama, sekarang beda kampanye, kan enggak apa-apa juga, teman juga," kata Luhut.

    Sebelumnya, Anies sempat masuk dalam tim sukses Jokowi pada Pilpres 2014 lalu. Namun, posisi politik Anies tak lagi sama usai didukung Partai Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 silam. Meski begitu, Luhut mengatakan perbedaan itu tak serta merta menjadi pemecah di antara keduanya.

    "Dulu kan sukses kemudian tidak sama-sama timses, beda, kalau sudah beda kan tidak boleh berantem, tidak boleh dendam, tidak boleh juga suara-suara bohong, kita harus bicara yang baik, pak Anies kan orang baik," ucap Luhut.

    Selain berbeda pandangan politik, Luhut dan Anies juga sempat bersitegang soal proyek reklamasi Teluk Jakarta.

    Baca juga: Presiden PKS: Kepada Luhut, Prabowo Menolak Jadi Cawapres Jokowi

    Kebijakan Luhut soal reklamasi memang berbeda dengan Anies-Sandi. Dalam janji kampanye di pemilihan Gubernur DKI beberapa waktu lalu, Anies-Sandi menjanjikan bakal menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta. Di sisi lain, Luhut justru mencabut moratorium proyek reklamasi pada 5 Oktober 2017. Dengan pencabutan moratorium tersebut, proyek reklamasi akan dilanjutkan.

    Luhut mengatakan, masalah yang telah berlalu tidak berlanjut hingga sekarang. "Boleh beda pendapat, tapi kalau sudah selesai, selesai, kita bangun negeri untuk kebaikan bersama," ucap Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe