Sabtu, 21 Juli 2018

Abraham Samad: Terserah NasDem, Saya Cocok Capres atau Cawapres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad memberikan keterangan pers setelah deklarasi calon presiden di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Mei 2018. TEMPO/Iqbal Lubis

    Abraham Samad memberikan keterangan pers setelah deklarasi calon presiden di Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, 7 Mei 2018. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan tak akan menolak apabila didorong mengikuti pemilihan presiden 2019. Abraham menyatakan siap jika diajukan sebagai calon presiden ataupun wakil presiden.

    "Kalau masyarakat mengharapkan saya maju menjadi presiden atau wakil presiden maka itu menjadi kewajiban konstitusi saya," kata Abraham di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca:
    Sinyal Abraham Samad untuk Maju di Pilpres 2019
    Abraham Samad: Kasus Terbanyak di KPK ...

    Abraham pun mengaku memiliki gagasan yang akan dia bawa dalam kontestasi pilpres nanti. Gagasan itu juga dia sampaikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pertemuan yang berlangsung di DPP Partai Nasdem hari ini.

    Abraham berujar, gagasan itu terkait dengan pentingnya menentukan arah kepentingan nasional dalam pembangunan bangsa. Kata dia, setiap pemimpin harus menetapkan arah kepentingan nasional ini terlebih dulu agar bisa menentukan target-target pembangunan dan merampungkannya.

    "Kalau kita tidak menetapkan pertama-tama national interest, maka nanti arah kebijakan dan visi bangsa itu tidak jelas. Itu yang tadi saya bicarakan dengan Pak Surya," kata Abraham.

    Abraham mengatakan, dia juga menawarkan gagasan itu kepada partai lain. Sebelumnya, Abraham menemui pimpinan Partai Keadilan Sejahtera pada Kamis, 24 Mei lalu. Ketika itu, Abraham berujar bahwa dia siap bersaing dengan sembilan nama kader PKS untuk diusung sebagai calon wakil presiden.

    "Gini, kami tadi berbicara tentang sebuah gagasan dulu, tentang sebuah visi ke depan, itu yang penting kan," kata dia.

    Adapun respons Surya Paloh, kata Abraham, yakni justru menanyai dia lebih siap menjadi capres atau cawapres. Abraham pun berujar dia mengembalikan keputusan itu kepada Surya Paloh dan Partai Nasdem. "Terserah Nasdem memposisikan saya cocok jadi presiden atau wakil presiden," kata dia.

    Baca juga: Mengapa Abraham Samad Ogah Jadi Menteri, Pilih Cawapres?

    Surya Paloh sebelumnya mengatakan tak ada salahnya Abraham Samad dinominasikan sebagai calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo di pilpres 2019. Surya Paoh berujar, dia bisa saja mengajukan Abraham kepada Jokowi. Namun, dia menegaskan bahwa persoalan cawapres merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai calon presiden. Dia pun meyakini Jokowi sudah benar-benar mengantongi nama cawapresnya.

    "Kalau memang saya rasa dia tepat, bisa saja saya ajukan kepada Jokowi, enggak ada salahnya. Tapi itu kan haknya Jokowi, saya yakin beliau sudah punya cawapresnya," kata Surya Paloh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.