Maruf Amin Masuk Daftar Cawapres Jokowi, Ini Alasan Ketum PPP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sukmawati Soekarnoputri (dua dari kanan) berjabat tangan dengan Ketua MUI, Maruf Amin di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 5 April 2018. Puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam pagelaran busana IFW  2018, akhir pekan lalu. TEMPO/Subekti.

    Sukmawati Soekarnoputri (dua dari kanan) berjabat tangan dengan Ketua MUI, Maruf Amin di Kantor Majelis Ulama Indonesia, Jakarta, 5 April 2018. Puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam pagelaran busana IFW 2018, akhir pekan lalu. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengatakan bahwa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin merupakan figur yang lengkap dan dipastikan akan diterima oleh semua kalangan sebagai calon wakil presiden atau cawapres Jokowi untuk pemilihan presiden atau pilpres 2019.  "Pengalaman beliau luas karena pernah menjadi anggota DPR baik dari PPP maupun PKB," kata Rommy, di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Nama Maruf ada dalam daftar sepuluh nama yang sudah dikantongi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden. “Maruf menjadi salah satu alternatif untuk menjembatani seluruh 'interest group'," ujar Rommy, begitu M. Romahurmuziy biasa dipanggil.

    Baca:
    Teka-teki Sosok Cawapres Jokowi, NasDem ...
    PDIP Mengintip Oposisi Sebelum Mengumumkan Cawapres Jokowi ...

    Berikut catatan Romy tentang Maruf:

    • Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia yang akan mudah diterima organisasi massa Islam.
    • Rais Aam, pemimpin tertinggi Nahdlatul Ulama
    • Penyambung lidah partai koalisi Jokowi ke Kelompok 212.
    • Menguasai ilmu ekonomi karena guru besar bidang ilmu ekonomi muamalat syariah UIN Maulana Malik Ibrahim dan Dewan Ekonomi Syariah Nasional.

    Baca:
    Megawati: Cawapres Jokowi Diumumkan saat ...
    Cawapres Jokowi, Pengamat: Peluang Kandidat ...

    Sebelumnya Rommy mengungkapkan bahwa sepuluh kandidat cawapres Jokowi. Namun, Rommy enggan menyebutkan nama-namanya, termasuk apakah ada dirinya di antara sepuluh nama itu.

    Rommy hanya mengatakan nama cawapres Jokowi pada pilpres 2019 yang sudah mengerucut itu berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. "Ada politisi, cendekiawan, purnawirawan TNI-Polri, kalangan teknokrat, dan profesional."

    ANTARA | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.