Rabu, 14 November 2018

Risma dan Lee Kuan Yew Award Diarak Keliling Kota Surabaya

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) bersama petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membersihkan jalan di Wonokusumo Kidul, Surabaya, 5 November 2017. Kegiatan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. ANTARA/Didik Suhartono

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) bersama petugas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) membersihkan jalan di Wonokusumo Kidul, Surabaya, 5 November 2017. Kegiatan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama forum Pimpinan Daerah mengarak penghargaan internasional Lee Kwan Yew World City Prize berkeliling kota Surabaya, Selasa, 10 Juli 2018. "Arak-arakan ini bentuk apresiasi yang diberikan Pemkot Surabaya kepada warga kota,” kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser.

    Rute arak-arakan itu dimulai dari Korem 084/Bhaskara Jaya kemudian berjalan ke arah Jalan A. Yani (frontage Barat)-Jalan Wonokromo-Jalan Raya Darmo-Urip Sumoharjo-Jalan Basuki Rahmat-Jalan Gubernur Suryo-Jalan Yos Sudarso-Jalan Walikota Mustajab-Balai Kota Surabaya (sisi pintu selatan).

    Baca:
    Menteri LHK Tanggapi Dua Masalah Pemkot ...
    Masih Berduka Kasus Bom, Risma: HUT ...

    Lee Kwan Yew World City Prize diterima oleh Risma di Singapura pada Senin, 9 Juli 2018. Selain membawa penghargaan Lee Kwan Yew, Risma juga memamerkan dua penghargaan internasional 2018 lainnya, yaitu ASEAN Tourism Forum (ATF) di Thailand dan OpenGov Asia Recognition of Excellence di Jakarta.

    Menurut Fikser, keberhasilan Surabaya meraih penghargaan ini juga berkat peran serta warga kota yang turut membangun kota, terutama yang tinggal di perkampungan.

    Baca:Ketua DPRD Kota Surabaya Kena Semprit Pengawas ...

    Selain itu, kata Fikser, Kota Surabaya dinilai layak menerima penghargaan ini karena mampu menciptakan masyarakat perkotaan yang layak ditinggali, menjaga kampung, serta meningkatkan perekonomian UMKM melalui program Kampung Unggulan dan Pahlawan Ekonomi. "Surabaya dinilai sebagai kota yang unik dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan kota lain di dunia."

    Keunikan Surabaya dapat dilihat dari perkampungan Surabaya yang memiliki struktur tematik yang beragam. Pembenahan perkampungan seperti saluran, paving, akses pelayananan taman baca, lapangan olahraga, boarding learning center, dan pelayanan kesehatan puskesmas tersedia di dalam kampung.

    Baca:Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Luncurkan ...

    Mantan Camat Sukolilo itu menuturkan penghargaan dua tahun sekali ini merupakan sesuatu yang membanggakan bagi Kota Surabaya. Sebab, pada 2014, Surabaya sempat mengikuti penjurian Lee Kwan Yew namun kalah. Kini pada 2018, kata dia, Kota Pahlawan akhirnya meraih penghargaan itu. "Ini kerja keras seluruh stakeholder dan itu sudah dapat dibuktikan dengan nyata."

    Dengan penghargaan ini, kata Fikser, Kota Surabaya dapat disejajarkan dengan negara-negara internasional lainnya seperti Kazan di Rusia, Hamburg di Jerman, dan Tokyo di Jepang yang juga menerima penghargaan Lee Kuan Yew tahun ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?