Dua Eks Anggota DPRD Sumut Ditahan KPK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 Helmiati yang mengenakan rompi tahanan, menutupi wajahnya saat memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.  TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 Helmiati yang mengenakan rompi tahanan, menutupi wajahnya saat memasuki mobil tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan dua tersangka mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara atau DPRD Sumut dalam kasus suap.

    Keduanya merupakan bagian dari 38 tersangka yang telah ditetapkan lembaga antirasuah sebagai tersangka suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

    "Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan cabang KPK," ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat ditemui di kantornya Senin 9 Juli 2018.

    Baca juga: 10 Anggota DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap ke KPK

    Kedua eks anggota DPRD Sumut itu adalah Muslim Silomon dan Helmiati. Mereka adalah mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. Muslim dan Helmiati hari ini diperiksa sebagai tersangka. Usai pemeriksaan, keduanya sudah menggunakan rompi oranye tahanan KPK.

    Febri mengatakan, saat ini KPK sudah menahan tujuh tersangka, sisanya lanjut Febri akan terus dilakukan pemeriksaan. "Masih ada 31 tersangka lagi, nanti akan diperiksa secara bergilir," ujarnya.

    Dalam perkara suap ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. KPK menduga tiap anggota DPRD menerima uang senilai Rp 300 juta sampai 350 juta dari Gatot. Total uang yang mengucur dari Gatot diperikaran berjumlah Rp 61 miliar.

    Baca juga: KPK: Suap 38 Anggota DPRD Sumut Terkait LPJ hingga APBD

    KPK menduga Gatot memberikan uang itu agar anggota DPRD memuluskan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan persetujuan laporan pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2012 hingga 2014. Selain itu suap diduga diberikan agar anggota DPRD membatalkan pengajuan hak interpelasi pada 2015.

    Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan sudah lebih dulu memvonis Gatot dengan hukuman 4 tahun penjara dalam kasus ini. Sedangkan, 38 anggota DPRD Sumut masih diperiksa KPK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.