Surya Paloh Larang Menteri dari NasDem Jadi Caleg

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berbicara kepada awak media di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Surya Paloh berbicara mengenai kemenangan Nasdem di 11 daerah Pilgub dalam versi hitung cepat berbagai lembaga survei. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh berbicara kepada awak media di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018. Surya Paloh berbicara mengenai kemenangan Nasdem di 11 daerah Pilgub dalam versi hitung cepat berbagai lembaga survei. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melarang menteri-menteri dari partainya mengikuti pemilihan legislatif 2019. Surya Paloh beralasan, dia ingin menteri perwakilan NasDem konsentrasi menyelesaikan pekerjaannya hingga 2019.

    "Kerja, konsentrasi penuh, masih terjabat sebagai menteri masa nyaleg dia. Ha-ha-ha," kata Surya Paloh di kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Nasdem, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin, 9 Juli 2018.

    Baca juga: Surya Paloh: Ini Negeri Orang Sakit

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang tengah bersama Surya Paloh pun menyampaikan hal senada. Sembari terkekeh, dia mengatakan sejak awal memang sudah dilarang mengikuti pileg selama masih menjabat menteri. Selain Enggar, perwakilan Nasdem di kabinet yakni Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar juga tak akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

    "Iya, dilarang sama ketua umum, dari awal," kata Enggartiasto saat ditemui di lokasi yang sama.

    Surya Paloh melanjutkan, dia ingin menteri-menteri dari partainya menuntaskan pengabdian. Kendati begitu, dia mengatakan akan menghormati menteri-menteri yang berniat menjadi calon legislator melalui pileg 2019.

    "Supaya tuntaskan pengabdian. Tapi kami menghormati kalau ada menteri-menteri dari partai lain nyaleg. Nasdem amat sangat menghormati itu," kata dia.

    Adanya menteri yang ingin menjadi caleg ini sebelumnya terungkap dari Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi. Sofjan mengaku mendengar kabar adanya sejumlah menteri yang ingin mengikuti pemilihan legislatif 2019 karena menduga tak akan terpilih lagi di kabinet berikutnya. Namun, Sofjan tak membeberkan siapa saja menteri yang dia maksud.

    Baca juga: NasDem Resmi Dukung Joko Widodo, Surya Paloh: Jokowi Adalah Kita

    "Yang merasa mungkin tidak akan terpilih lagi, jadi dia mau maju," kata Sofjan di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 4 Juli 2018.

    Belakangan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengaku sedang memikirkan untuk mengikuti pileg 2019. Kendati begitu, Puan berujar keputusan itu belum bulat.

    Presiden Joko Widodo mengatakan menteri-menterinya tak harus mundur jika ingin mengikuti pileg 2019. Dia justru menyarankan menteri untuk cuti saja.

    Jokowi pun menilai wajar jika menterinya ingin ikut pileg 2019. Sebab, kata dia, sebagian menteri memang berasal dari partai politik. "Tentu saja mereka ditugaskan partainya untuk hal-hal berkaitan politik. Salah satunya jadi calon legislatif," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jumat, 6 Juli 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.