Bambang Soesatyo: Hanya Jokowi yang Tahu Cawapresnya

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua DPR Bambang Soesatyo berbicara kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang juga Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo, tak mau menerka-nerka sosok bakal calon wakil presiden Joko Widodo atau  Jokowi di pemilihan umum 2019 . "Itu hanya Pak Jokowi dan Tuhan yang tahu," ujar dia sambil tersenyum di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

    Jokowi mengaku sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019. "Sudah ada, tinggal diumumin," kata Jokowi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Baca: Megawati: Cawapres Jokowi Diumumkan saat Cuaca Cerah

    Meski demikian, Jokowi enggan menyebutkan nama cawapresnya itu. Ia mengatakan akan diumumkan pada saat yang tepat. Karena itu, ia meminta publik bersabar. "Pada saat yang tepat, nanti kita akan umumkan. Hanya berapa hari nunggu, masa enggak sabar," kata dia.

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy sebelumnya mengatakan nama-nama cawapres Jokowi sudah mengerucut menjadi sepuluh nama. Pria yang akrab disapa Rommy itu mengungkapkan, sepuluh nama cawapres akan dibahas dalam pertemuan antara Jokowi dan pimpinan koalisi, sebelum 15 Juli 2018.

    Simak: Pengumuman Cawapres Jokowi, PDIP: Kami Konsisten Ikuti Tahapan

    Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengungkapkan sembilan dari sepuluh nama kandidat cawapres Jokowi. Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar; Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy; politikus Partai Hanura sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko; Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin; dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud Md.

    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto; mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin; dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj juga masuk dalam daftar. "Satunya lagi saya enggak tahu," kata Arsul.

    REZKI ALVIONITASARI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.