Soal Anies Baswedan Capres, Tim Ahli JK: Pikir Panjang Dulu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi saat konfrensi press setelah mengadakan diskusi dengan tema

    Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi saat konfrensi press setelah mengadakan diskusi dengan tema "Indonesia tumbuh dalam lingkungan global yang lebih rentan" di gedung BKPM, Jakarta, (12/7). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Ahli Wakil Presiden, Sofjan Wanandi, memastikan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK tak terlibat dalam kegiatan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (ANIES), yang mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden. "Itu kan hak pribadi masing-masing. Jangan dihubungkan dengan kami. Kami pasti enggak akan mendukung kayak gitu," kata Sofjan kepada Tempo, Senin, 9 Juli 2018.

    Pendukung Anies Baswedan yang tergabung dalam ANIES melakukan deklarasi pada Jumat pekan lalu, 6 Juli 2018. Salah satu koordinatornya ialah Laode Basir. Basir bukan orang baru di lingkaran Anies. Laporan Majalah Tempo terbaru, edisi 7 Juli 2018, menyebutkan Laode Basir merupakan orang dekat Aksa Mahmud, adik ipar Jusuf Kalla. Laode Basir merupakan karyawan di perusahaan Aksa.

    Baca juga: Anies Baswedan Mau Diusung Jadi Capres, Jokowi: Sangat Bagus

    Sofjan memastikan bahwa dukungan anak buah Aksa merupakan hak pribadinya. "Aksa kan enggak bisa larang. Kalau anak buah yang dukung, ya, gimana," ujarnya.

    Sementara itu, Sofjan mempersilakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika ingin maju dalam pemilihan presiden 2019. Tetapi, ia memberikan saran kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu sebelum memutuskan menjadi capres. "Saya pikir dia mesti pikir panjang dulu. Kalau maju untuk kalah kan malu nanti balik ke DKI," kata dia.

    Deklarasi Anies oleh Laode Basir sebelumnya menguatkan spekulasi adanya sinyal dukungan kubu JK terhadap Anies dalam Pilpres 2019. Jumat dua pekan lalu, misalnya, Anies mendampingi Kalla meninjau sejumlah venue Asian Games 2018. Keduanya kemudian salat bersama, bahkan JK mengantarkan Anies kembali ke kantornya.

    Baca juga: JK Sarankan Anies dan AHY Jadi Capres di 2024

    Kebersamaan JK dan Anies juga terlihat beberapa kali setelahnya. Keduanya semobil ketika menghadiri halal bihalal di PBNU, pada Selasa, 3 Juli 2018. Keesokan harinya, keduanya semobil lagi ketika menghadiri halal bihalal di PP Muhammadiyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.