Minggu, 18 November 2018

Menko PMK: Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, Sabtu pagi, 7 Juli 2018.

    Menko PMK Puan Maharani pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, Sabtu pagi, 7 Juli 2018.

    INFO NASIONAL - Mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan melahirlan generasi muda bangsa yang baik, dapat dimulai dari perencanaan keluarga yang baik.

    Sesuai dengan pepatah “Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah,”, perlu dibiasakan memiliki rencana dalam keluarga, dan  membuat rencana yang baik. “Jangan begitu tiba masa, baru tiba akal,” ujar Menko PMK Puan Maharani, dalam arahannya pada acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018 di Kawasan Megamas, Kota Manado, Sulut, Sabtu pagi, 7 Juli 2018.

    Acara ini dihadiri oleh Menteri PPPA Yohana Yembise, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Plt BKKBN Sigit Priohutomo, Ketua TP PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, para gubernur, walikota/bupati dan individu berprestasi penerima tanda kehormatan dari pemerintah, jajaran Forkompimda Sulut, remaja generasi berencana, jajaran BKKBD se-Indonesia, mayarakat Manado, dan media massa.

    Program Keluarga Berencana diketahui sudah ada sejak tahun 1968 – 2018, yang artinya sudah berusia 50 tahun. Namun, masih saja ada yang belum paham arti pentingnya Keluarga Berencana itu. “Sampai saat ini masih saja ada yang belum tahu dan paham tentang Keluarga Berencana. Dalam benak pikirannya itu, KB adalah alat kontrasepsi. (Padahal) Keluarga berencana itu adalah keluarga yang punya rencana untuk masa depan anggota keluarga,” tutur Menko PMK. 

    “Setiap keluarga harus memiliki harapan kepada putra-putrinya,  anak-anaknya, agar ke depan bisa hidup dengan baik, benar, dan  mampu menjalankan fungsi-fungsi keluarga dengan baik juga," ujar Menko PMK.

    Demi mewujudkan harapan itu, kata Menko PMK, perlu makin meneguhkan delapan fungsi keluarga yang ada, mulai dari fungsi agama, kasih sayang, perlindungan, ekonomi, sosial pendidikan, kesehatan reproduksi, sosial budaya, hingga kelestatian lingkungan. 

    “Bila benar-benar kita hayati, kita lakukan dengan penuh rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada keluarga yang kita cintai, semua itu tidak ada yang sulit,” ucap Menko PMK.

    Menko PMK dalam arahannya juga mengapresiasi keberhasilan Program KB di tanah air, yang ditandai dengan banyaknya kampung kumuh yang kini jadi kampung bersih, kampung kreatif, kampung sejahtera, kampung berencana, dan kampung KB. 

    “Itu semua merupakan ikhtiar nyata yang harus mendapat dukungan masyarakat, pemerintah, dan swasta. Semua itu niatnya  adalah upaya-upaya peningkatan kualitas hidup manusia yang Indonesia, yang mengarah pada peningkatan indek Pembangunan Manusia dan SDM,” kata Menko PMK. 

    Menko PMK turut menyemangati para remaja agar tetap semangat meraih prestasi, menjunjung tinggi martabat keluarga, bangsa dan negara. Menko PMK juga mengapresiasi kreativitas GenRe yang ikut menyemarakkan Asian Games 2018 melalui flashmob. "Itulah yang dinamakan generasi berencana yang disingkat GenRe,” katanya lagi.

    Memko PMK pada kesempatan yang sangat akrab ini juga banyak berinteraksi kepada hadirin, terutama dari kelompok-kelompok binaan BKKBN.  “Saya berharap dalam acara peringatan Harganas nantinya dapat berlangsung akrab seperti ini. Karena dengan suasana seperti ini, rasa kita sebagai satu keluarga besar Indonesia dapat semakin terasa,” kata Menko PMK Puan Maharani. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.