Jokowi Bakal Buka MTQ Internasional di Istana Negara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi tertawa ketika memberikan pertanyaan nama-nama suku di Indonesia kepada santri saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, 13 April 2017. Presiden juga menghadiri peletakaan batu pertama Auditorium Mbah Muqoyyim. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Presiden Jokowi tertawa ketika memberikan pertanyaan nama-nama suku di Indonesia kepada santri saat melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Buntet, Kabupaten Cirebon, 13 April 2017. Presiden juga menghadiri peletakaan batu pertama Auditorium Mbah Muqoyyim. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka acara MTQ internasional ke-2, MTQ Nasional Antar-Pondok Pesantren ke-8, dan kongres ke-5 Jam'iyyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JQH NU).

    Baca: Dukung Jokowi, TGB : Bangun NTB Saja Dua Periode

    Ketua panitia acara, Saifullah Ma'shum, mengatakan kesediaan Jokowi membuka acara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah mensyiarkan Al-Quran.

    "Ini untuk pertama kalinya kongres para ulama ahli dan penghafal Quran di Nusantara dibuka Presiden," ujarnya seperti dilansir keterangan tertulis, Senin, 9 Juli 2018.

    Saifullah mengatakan acara tersebut dilaksanakan pada 11-15 Juli 2018 di Pondok Pesantren Ash Shidiqiyah, Karawang, Jawa Barat. Sesi pembukaan rencananya digelar di Istana Negara, Jakarta. Jokowi mengundang para ulama dan pakar Al-Quran serta perwakilan pengurus JQH NU dari berbagai wilayah.

    Saifullah menuturkan kongres ini menjadi momentum merevitalisasi diri. "Gairah masyarakat untuk berperilaku dan menjalani hidup sesuai dengan tuntunan Al-Quran saat ini tengah meningkat. Namun tak sedikit ditemukan kemudian, Al-Quran hanya menjadi legitimasi kelompok tertentu ketika berkaitan dengan kontak sosial, budaya, maupun politik," katanya.

    Baca: Jokowi dan Megawati Semakin Intens Bertemu

    Khusus untuk JQH, Saifullah berharap bisa merevitalisasi diri dan eksistensinya dengan dukungan Jokowi. "Agar benar-benar membumi dan dirasakan umat," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.