JK Sarankan Anies dan AHY Jadi Capres di 2024

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • SBY bersama Ani Yudhoyono dan Agus Yudhoyono berfoto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla yang mengunjungi kediaman mereka di Kuningan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    SBY bersama Ani Yudhoyono dan Agus Yudhoyono berfoto bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istrinya Mufidah Kalla yang mengunjungi kediaman mereka di Kuningan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Vindry Florentin

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai Anies Rasyid Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY belum cukup pengalaman jika harus maju sebagai calon presiden 2019. Keduanya baru dinilai pantas maju sebagai calon presiden di pemilihan presiden berikutnya.

    "Saya bilang ke yang muda-muda, 'Masa Anda adalah 2024'," kata Kalla dalam wawancara dengan Tempo di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2018.

    Baca: JK Merasa Lebih Cocok dengan AHY Ketimbang Anies Baswedan

    Kalla menilai AHY belum cukup senior jika mesti menjadi calon presiden di 2019. Selain itu, elektabilitasnya di sejumlah lembaga survei masih kecil. Menurut dia, jika AHY ingin maju di pilpres 2019, maka posisi yang tepat adalah calon wakil presiden.

    "Karena memang AHY itu kan masih dalam tahap katakanlah wapres kalau mau ikut," tuturnya.

    Begitupun untuk Anies. Kalla ingin Anies menyelesaikan tugas sebagai gubernur DKI Jakarta hingga akhir masa jabatannya daripada maju sebagai calon presiden 2019. "Hampir sama (dengan AHY). Bahwa orang masih perlu pengalaman, keduanya," ucapnya.

    Menurut Kalla, jika Anies sukses memimpin DKI Jakarta, maka  prestasi itu akan jadi modal besar untuk maju di pilpres 2024. Ia menampik pula kabar yang menyebut menawarkan Anies ke sejumlah partai agar diusung menjadi calon presiden.

    Baca: JK Ogah Melawan Jokowi di Pilpres 2019

    "Enggak. Justru ke Anies saya masih berdiskusi, “Anda akan berhasil kalau DKI bagus. Jadi fokus saja ke DKI dulu. Kalau Anda berhasil di situ, akan menjadi modal luar biasa," kata mantan ketua umum Partai Golkar ini.


     

     

    Lihat Juga