Senin, 19 November 2018

Bertahan dalam Hambatan Demi Kesejahteraan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perjuangan yang dialami Akhmad Sobirin tidak hanya menghadapi ketidakyakinan para petani,namun juga bertahan terhadap segala ancaman dari pihak luar petani. (Foto: dok. Astra)

    Perjuangan yang dialami Akhmad Sobirin tidak hanya menghadapi ketidakyakinan para petani,namun juga bertahan terhadap segala ancaman dari pihak luar petani. (Foto: dok. Astra)

    Keberhasilan dalam sebuah usaha tidak selalu dilalui dengan proses yang mudah atau sederhana. Berbagai kesulitan dan tantangan seringkali mengiringi pencapaian hasil yang diinginkan. Namun, bukanlah sebuah perjuangan bila hambatan-hambatan tersebut dihadapi dalam ketakutan dan tanpa daya tahan.

    Akhmad Sobirin, seorang pemuda asal Desa Semedo, Banyumas, Jawa Tengah sudah memahami betul tentang perjuangan dalam proses mencapai sebuah impian. Salah satu penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2016 ini memiliki sebuah mimpi dalam meningkatkan kualitas hidup para petani gula semut di desanya. Ia memberdayakan para petani dalam sebuah Koperasi Usaha Bersama (KUBe), sehingga harga gula yang dijual dapat meningkat.

    Namun, niat baik Akhmad Sobirin tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Pada masa awal ia merintis usaha ini, banyak petani yang kurang yakin akan dampak positif yang dapat dihasilkan. Mereka masih nyaman dengan sistem lama yang bergantung kepada para tengkulak yang telah lama mendapatkan keuntungan berlebih dari para petani. Tidak heran, bila tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Semedo tergolong rendah, padahal merupakan daerah penghasil gula kelapa terbesar di Asia.

    Selain faktor internal para petani, Akhmad Sobirin juga menerima berbagai ancaman dari luar terkait gagasannya membuat gula semut yang mengancam keberadaan para tengkulak tadi. Pemuda lulusan vokasi Teknik Mesin Universitas Gajah Mada (UGM) ini pun tidak menyerah dengan mudah, ia justru makin bersemangat membantu meningkatkan kesejahteraan para petani gula di desanya. Bahkan, kini Desa Semedo, Banyumas sudah mengekspor hasil gula semut mereka ke beberapa negara di Benua Amerika dan Eropa.

    Masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di wilayah terpencil dan berada tingkat ekonomi menengah ke bawah sangat membutuhkan anak-anak muda seperti Akhmad Sobirin. Ia tidak terlena dengan nikmatnya bekerja di kota-kota besar, tetapi justru kembali ke desanya dan memberdayakan warga untuk meningkatkan kualitas kehidupannya. Bila Anda tertarik untuk mengikuti berbagai kisah menarik lain tentang para penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2018, silakan kunjungi website www.satu-indonesia.com.

    BAYU SATITO / TIM INFO TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.