Jumat, 14 Desember 2018

Aa Gym Minta Tak Lagi Ada Sebutan Kecebong dan Kampret

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penceramah Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym saat mengisi khotbah usai ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, 15 Juni 2018. Sementara Imam Hasanudin Sinaga bertugas sebagai Imam salat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Penceramah Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym saat mengisi khotbah usai ibadah salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, 15 Juni 2018. Sementara Imam Hasanudin Sinaga bertugas sebagai Imam salat. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendakwah Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan Aa Gym meminta masyarakat tak memanggil orang dengan gelar yang buruk. Salah satunya dengan memanggil kelompok yang satu dengan kelompok yang lain dengan sebutan kecebong dan kampret.

    "Sudahlah, jangan lagi memakai sebutan cebong atau sebutan kampret," kata Aa Gym saat memberikan pengajian di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad, 8 Juli 2018.

    Baca juga: Ini Hikmah Idul Fitri Menurut Abdullah Gymnastiar

    Kecebong dan kampret merupakan sebutan yang sempat viral di media sosial, sebutan ini ditujukan kepada pendukung politik tertentu. Menurut Aa Gym, sebutan itu berpotensi memecah belah persaudaraan berbangsa dan bernegara.

    Aa Gym mengatakan, baik di dunia nyata dan di dunia maya, sesama manusia harus saling memuliakan. Termasuk juga untuk tidak saling mengolok-olok dan membicarakan keburukan orang lain.

    Baca juga: Aa Gym di Polda Jateng: Ingin Pilkada seperti 17 Agustusan

    Hal yang sama disampaikan oleh Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi, yang turut menjadi pembicara dalam pengajian itu. Dia sependapat dengan Aa Gym bahwa tidak memanggil orang lain dengan sebutan yang tidak baik. "Kecebong dan kampret itu bukan panggilan yang baik," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....