Minggu, 23 September 2018

Penelitian Sebut 41 Masjid Pemerintahan Terpapar Paham Radikal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lembaga Pengembangan Pesantren dan Masyarakat dan Rumah Kebangsaan saat rilis masjid terindikasi paham radikal di kantor PBNU, Jakarta, Ahad 8 Juli 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Lembaga Pengembangan Pesantren dan Masyarakat dan Rumah Kebangsaan saat rilis masjid terindikasi paham radikal di kantor PBNU, Jakarta, Ahad 8 Juli 2018. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 41 dari 100 masjid kantor pemerintahan di Jakarta terindikasi paham radikal. Hasil ini didapat dari penelitian Lembaga Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) dan Rumah Kebangsaan.

    "Dari hasil survei, menunjukkan angka yang mengejutkan. Dari 100 masjid, 41 masjid terindikasi paham radikal," ujar Agus Muhammad, selaku koordinator penelitian, di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Ahad, 8 Juli 2018.

    Baca juga: Begini Sandiaga Bakal Bina 40 Masjid Terindikasi Radikalisme

    Agus menjelaskan, penelitian ini dilakukan pada sejumlah masjid di kementerian sebanyak 35 masjid, di BUMN 37 masjid, dan di lembaga negara sebanyak 28 masjid. Penelitian dilakukan pada 29 September-21 Oktober 2017, dengan merekam secara audio dan video khotbah Jumat selama periode tersebut.

    Hasilnya, Agus melanjutkan, 41 masjid yang terindikasi radikal terdiri atas 21 masjid di BUMN, 12 masjid di kementerian, dan 8 masjid di lembaga negara.

    Agus mengatakan, dalam penelitian ini, paham radikal yang dimaksud adalah paham yang menganggap satu kelompok paling benar dan kelompok lain salah, mudah mengkafirkan orang lain, berpaham intoleransi, cenderung memaksakan keyakinan pada orang lain, dan menganggap demokrasi produk kafir serta membolehkan segala cara atas nama negara.

    Selain itu, Agus melanjutkan, dalam penelitian ini, terindikasi radikalisme tersebut dibagi dalam tiga kategori. Kategori rendah artinya secara umum cukup moderat tapi berpotensi radikal. Lalu kategori sedang, yaitu tingkat radikalisme cenderung tinggi. Sedangkan kategori tinggi artinya adanya provokasi untuk melakukan tindakan intoleran.

    Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Minta Masjid Jangan Undang Penceramah Radikal

    Agus menambahkan, dari 41 masjid yang terindikasi radikal, 17 masjid berada dalam kategori tinggi, 17 di kategori sedang, dan 7 masjid di kategori rendah.

    Agus menilai hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masjid yang dikelola oleh pemerintahan masih rentan oleh terindikasi oleh paham radikalisme. "Ini berarti belum ada pengawasan dan pengelolaan yang serius oleh pemerintah untuk mengawasi seruan agama yang disampaikan di masjid-masjid pemerintahan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.