Jokowi Mengaku Sudah Kantongi Nama Cawapres, Tinggal Diumumkan

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional Aktivis 98 Junaidi Rizaldi di JIEXPO Kemayoran, 7 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    Presiden Joko Widodo bersama Ketua Panitia Pelaksana Rembuk Nasional Aktivis 98 Junaidi Rizaldi di JIEXPO Kemayoran, 7 Juli 2018. Tempo / Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya dalam pilpres 2019. "Sudah ada, tinggal diumumin," kata Jokowi di Jakarta International Expo, Kemayoran, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Meski demikian, Jokowi enggan menyebutkan nama cawapresnya itu. Ia mengatakan nanti akan diumumkan pada saat yang tepat. Karena itu, ia meminta publik bersabar. "Pada saat yang tepat, nanti kita akan umumkan. Hanya berapa hari nunggu, masa enggak sabar," kata dia.

    Baca: Cawapres Jokowi, Puan Maharani: Dibahasnya Sama Ibu Megawati

    Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy sebelumnya mengatakan nama-nama cawapres Jokowi sudah mengerucut menjadi sepuluh nama. Pria yang akrab disapa Romi itu mengungkapkan, sepuluh nama cawapres akan dibahas dalam pertemuan antara Jokowi dan pimpinan koalisi, sebelum 15 Juli 2018.

    Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengungkapkan sembilan dari sepuluh nama kandidat cawapres untuk Jokowi. Mereka adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, politikus Partai Hanura sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi sekaligus anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Mahfud Md.

    Baca: Ditanya Soal Cawapres untuk Pilpres 2019, Jokowi Malah Bercanda

    Lalu, ada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj juga masuk dalam daftar. "Satunya lagi saya enggak tahu," kata Arsul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe