Jumat, 14 Desember 2018

Gunakan Dana Desa untuk Penanggulangan Sampah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, saat berkunjung ke Wantilan Pura Gegaduhan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat, 6 Juli 2018. (dok Mendes PDTT)

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi, saat berkunjung ke Wantilan Pura Gegaduhan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat, 6 Juli 2018. (dok Mendes PDTT)

    INFO NASIONAL-- Pembangunan di desa-desa melalui dana desa terus mengalami kemajuan. Tidak hanya menyasar pembangunan fisik berupa infrastruktur, pemberdayaan ekonomi pun terus digenjot.  

    Salah satu contohnya adalah di Kabupaten Gianyar, Bali, yang merupakan pusat turis di Bali. Untuk daerah-daerah tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

    "Dana desa di sini sudah tersalurkan ke desa-desa 100 persen tahap 1 dan 2, saya senang sekali, mungkin dana desa diprioritaskan untuk membangun ekonomi desa sehingga dana desa bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya di Wantilan Pura Gegaduhan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat, 6 Juli 2018. 

    Dirinya menambahkan, saat ini ada tiga isu utama permasalahan yaitu mengenai stunting, kemiskinan, dan sampah plastik. Bali salah satu daerah yang bisa mengelola sumber daya alam (SDA) sehingga memiliki nilai tambah yang tinggi.

    "Stunting karena kurang gizi. Coba alokasikan dana desa untuk atasi stunting. Sehingga Gianyar bebas stunting. Kemudian masalah sampah, yang akan mematikan sektor pariwisata contohnya di mangrove jika tidak dikelola dan dikendalikan," kata Eko.

    Dia melanjutkan, sampah plastik tidak akan terurai secara fisik, nanti dimakan oleh ikan. Ikan yang mengandung plastik akan beracun dan dimakan kita sehingga akan menyebabkan penyakit karena partikel plastik.

    "Dana desa bisa dipakai untuk penanggulangan sampah, supaya tidak terbawa ke laut," katanya.

    Dia juga mengajak masyarakat melakukan usaha pengelolaan sampah/bank sampah melalui BUMDes. Pengelolaan sampah bisa menghasilkan pendapatan. Contohnya Desa Panggungharjo, disana BUMDes panggung lestari mengelola bank sampah bisa memberi keuntungan lebih dari Rp4 miliar. 

    "Sampah-sampah organik tersebut diolah sehingga menjadi pupuk organik, bikin Biomasa. Dana desa bisa menjadi stimulus untuk ekonomi BUMDes dalam mengelola sampah. Dengan kreatiVitas ini dana desa bukan jadi sumber utama tapi jadi stimulus," ucap Menteri Eko.

    Sementara itu, Bupati Gianyar, I Ketut Rochineng mengatakan bahwa dana desa berperan strategis untuk pemerataan pembangunan. 

    "Dana desa memprioritaskan tenaga kerja setempat, bahan baku, dan swakelola. Program Padat Karya Tunai (PKT) membawa dampak akan perluasan tenaga kerja. DD tahun 2018 dialokasikan sekitar Rp51,9 miliar untuk sekitar 60 desa dan Rp 38 miliar untuk program PKT," tutur Ketut.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.