Senin, 19 November 2018

Presiden Jokowi: Lompatan Ekspor Pertanian Harus Menjadi Contoh

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi capaian ekspor produk hasil peternakan dan pertanian saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum, di Jakarta Convention Centre, Jumat, 6 Juli 2018. (Foto: dok. Kementan)

    Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi capaian ekspor produk hasil peternakan dan pertanian saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum, di Jakarta Convention Centre, Jumat, 6 Juli 2018. (Foto: dok. Kementan)

    INFO NASIONAL – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi capaian ekspor produk hasil peternakan dan pertanian. “Karena itu, lompatan ekspor seperti komoditas pertanian harus dicontoh,” ujarnya saat mengunjungi Indo Livestock 2018 Expo & Forum, di Jakarta Convention Centre, Jumat, 6 Juli 2018. Pada kunjungan ini, Jokowi didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

    Berdasarkan data BPS, capaian ekspor sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis. Pada 2017 terjadi peningkatan sebesar 14,85 persen dibandingkan dengan 2016. Nilai ekspor US$ 623,9 juta atau setara dengan Rp 8,5 triliun, yang diraih pada 2017, diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor. 

    “Capaian ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung Pangan di Dunia pada 2045,” kata Jokowi.

    Pada 2017, kontribusi volume ekspor sub-sektor peternakan terbesar pada kelompok hasil ternak sebesar 64,07 persen, dengan negara tujuan ekspor terbanyak adalah Hongkong (23,10 persen) dan Cina (21,96 persen). Saat ini produk peternakan Indonesia sudah mampu menembus lebih dari 110 negara.

    “Saya mengapresiasi juga ekspor Domba kita yang meningkat 1.000 persen tahun ini. Kemarin, kita baru mengekspor 2.400 ekor domba dari Surabaya ke Malaysia. Kinerja seperti ini yang harus dicontoh. Lompatan Ekspor Peternakan kita luar biasa,” tutur Jokowi.

    Presiden Jokowi mengatakan, peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan. 

    “Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya,” ucap Jokowi.

    Jokowi pun menekankan pertumbuhan produksi ternak, pakan, dan obat-obatan, menjadi kunci yang sangat penting untuk peningkatan produksi. Karena permintaan untuk protein hewani akan terus meningkat seiring dengan peningkatan PDB per-kapita.

    "Indonesia bertekad untuk menjadi bagian dari dunia dalam pemenuhan pangan asal hewan, sehingga pemerintah terus berupaya untuk mendorong ekspor,” kata Jokowi.

    Perlu diketahui, ekspor produk peternakan ke Jepang pada 2017 mencapai 24 persen. Secara keseluruhan pada 2018 ekspor komoditas peternakan cukup beragam. Misalnya, ekspor kambing atau domba sebanyak 3.320 ekor nilainya Rp 8,76 miliar, DOC 10.00, telur 10.508.712 butir nilainya Rp 109,8 miliar. Semen beku 4.000 dosis nilainya Rp 174,4 juta, daging dan produk olahan 135,7 ton nilainya Rp 4,31 miliar, serta produk pangan asal hewan lainnya 1.458,6 ton nilainya Rp 76,80 miliar.

    Ekspor produk pakan ternak 2017 mencapai 44.76 ton nilainya mencapai US$ 32.165. Ekspor produk terbesar ke Bangladesh mencapai US$ 3.904, Rusia US$ 3.410, Jerman US$ 3.138, Jepang US$ 3.136, Cina USD 2.118, Israel US$ 1.645, dan Spanyol US$ 1.576. Ekspor produk pakan pun tembus ke Kroasia, Polandia, Myanmar, Taiwan, India, Malaysia, dan Timur Leste.

    Selain itu, Indonesia pun berhasil meningkatkan ekspor vaksin dan obat-obatan ternak. Pada 2017, angka ekspor obat hewan meningkat 482.897 ton, nilainya Rp 1,3 triliun atau 5 persen dari ekspor pada 2016 yang hanya 459.902 ton. Jenis obat hewan yang di ekspor adalah sediaan biologik, farmasetik, dan premiks. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.