Sabtu, 15 Desember 2018

Peretas Situs Bawaslu Bobol Banyak Website Pemerintah, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait dengan penangkapan pelaku peretas situs Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat, 6 Juli 2018. Tempo/Ryan

    Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait dengan penangkapan pelaku peretas situs Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Jumat, 6 Juli 2018. Tempo/Ryan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku peretas situs Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu, DN alias Mr Cakil, mengatakan sudah sering membobol website milik pemerintah. Pria 18 tahun ini menuturkan pertama kali membobol situs pada Desember 2016. Beberapa situs yang dia bobol di antaranya DPRD Banten, beberapa dinas, serta yayasan yang bergerak di bidang pendidikan.

    "Ada banyak situs yang saya hack, universitas-universitas di Indonesia juga pernah," kata DS, Jumat, 6 Juli 2018. Salah satunya, DS melanjutkan, "Universitas Brawijaya Malang."

    Baca: Polisi Tangkap Pelaku Peretas Situs Bawaslu

    Mr Cakil mengatakan dia tidak punya target ketika ingin membobol situs. "Ya random sih, terkadang ada yang situs kecil, situs besar, secara random saja," kata DS. Menurut dia, sistem keamanan situs pemerintah lemah sehingga mudah dibobol.

    Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI menangkap Mr Cakil pada Sabtu, 30 Juni, di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur. Mr Cakil ditangkap karena meretas situs milik Bawaslu. Ia mengubah tampilan muka situs Bawaslu dengan gambar tokoh kartun.

    Dari tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu satu buah handphone merek LG Magna berwarna hitam, memory card micro SD berkapasitas 16 GB merek V-Gen, dan dua kartu perdana. Selain menyita barang-barang tersebut, polisi menyita akun e-mail dengan alamat dendisaimam5 dan akun Facebook Muhammad Acil (Alone).

    Simak juga: Pilkada Serentak 2018, Bawaslu Temukan Politik Uang

    Kasubdit 2 Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Komisaris Besar Asep Syafrudin mengatakan motif pelaku tidak ada kaitannya dengan pemilihan kepala daerah serentak. "Bahkan saya tanyakan ke tersangka, kamu tahu enggak Bawaslu itu apa? Kenapa pas musimnya pilkada kamu melakukan peretasan terhadap situsnya Bawaslu? Dia mengatakan hanya melakukan secara acak," kata Asep.

    Asep mengatakan peretas situs Bawaslu ini belajar cara membobol situs dari forum-forum di dunia maya. Di forum itu, kata Asep, para hacker sering bertukar informasi dan tool untuk membobol situs.

    RYAN DWIKY ANGGRIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.