Selasa, 25 September 2018

Presiden World Bank Kagumi Upaya Indonesia Tangani Stunting

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden World Bank atau Bank Dunia Jim Yong Kim mengunjungi sejumlah lokasi di Bali, Kamis, 5 Juli 2018. Dalam kunjungan itu, Kim didampingi oleh Menteri Kordinator  (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki.

    Presiden World Bank atau Bank Dunia Jim Yong Kim mengunjungi sejumlah lokasi di Bali, Kamis, 5 Juli 2018. Dalam kunjungan itu, Kim didampingi oleh Menteri Kordinator (Menko) Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki.

    INFO NASIONAL - Presiden World Bank atau Bank Dunia Jim Yong Kim mengunjungi sejumlah lokasi di Bali, Kamis, 5 Juli 2018. Dalam kunjungan itu, Kim didampingi Menteri Kordinator  Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri keuangan Sri Mulyani, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki.

    Menteri Luhut mengatakan kunjungan ini terkait dengan persiapan pertemuan IMF-World Bank dan melihat perkembangan program stunting atau kekurangan gizi di Indonesia. "Stunting itu masalah demografis yang berkualitas. Jangan sampai terjadi stunting generation di Indonesia. Jadi pimpinan Bank Dunia sangat perhatian mengenai hal itu," kata Luhut setelah mengunjungi Garuda Wisnu Kencana.

    Jim pun salut dengan keberhasilan Indonesia yang berada pada baik dalam menangani permasalahan stunting. "Saya kagum dengan upaya yang dilakukan dalam mengatasi masalah stunting ini," ucap Jim.

    Sementara itu Menteri Eko menjelaskan, Kementerian Desa telah mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas, salah satunya pembangunan embung. Dalam setiap pembangunan embung itu, akan diberikan bibit ikan yang merupakan sumber protein hewani yang dapat berdampak pada pengurangan stunting.

    Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan, jumlah stunting telah mengalami pengurangan 10 persen selama tiga tahun terakhir. Penurunan tersebut disebabkan semangat kepala desa yang terus membangun infrastruktur yang dapat mengurangi potensi stunting.

    "Dana desa sudah banyak membangun infrastruktur begitu besar yang sebenarnya itu bisa mengurangi stunting. Seperti sarana air bersih yang sudah puluhan ribu unit, MCK yang sudah seratusan ribu unit, PAUD, polindes, posyandu, drainase, dan lainnya, yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa serta mengurangi stunting," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.