SMRC Sebutkan Kriteria yang Harus Dimiliki Kandidat Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah relawan membawa KTP saat menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di Car Free Day (CFD) kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga meluncurkan aplikasi Jutaan KTP Dukung Joko Widodo di Pilpres 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah relawan membawa KTP saat menggelar deklarasi Gerakan Nasional Jutaan Dukung Jokowi di Car Free Day (CFD) kawasan Bundaran HI, Jakarta, 22 April 2018. Dalam kesempatan tersebut, mereka juga meluncurkan aplikasi Jutaan KTP Dukung Joko Widodo di Pilpres 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Saiful Mujani Research Center (SMRC) menyatakan integritas menjadi kualitas personal yang sangat penting dalam menilai tokoh yang bersaing dalam pilpres 2019. Kualitas ini juga menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan kepala daerah.

    CEO Riset SMRC Djayadi Hanan mengatakan kualitas persona berkaitan dengan persepsi orang terhadap tokoh. "Persepsi sangat menentukan hasil akhir Pilpres atau Pilkada," kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca: TGB Dukung Jokowi, PDIP: Menang Pilpres 2019

    Kualitas integritas yang dimaksud antara lain bisa dipercaya dan amanah. "Tokoh juga bersih dari cacat hukum dan dari perbuatan tercela," kata Djayadi.

    Selain integritas, kualitas lain yang dipertimbangkan adalah kapabilitas. Tokoh tersebut harus memahami masalah, mengetahui yang harus dilakukan, serta mampu memimpin. Calon pejabat juga harus memiliki empati, yaitu memahami kondisi dan bersimpati kepada rakyat yang kurang beruntung. Kualitas lainnya adalah akseptabilitas atau bisa diterima di masyarakat serta kontinuitas.

    SMRC melakukan survei kepada sejumlah kelompok elite, opinion leader, dan massa pemilih nasional untuk mengetahui kriteria kualitas personal tersebut. Selain itu, para responden diminta menilai sejumlah tokoh dengan lima kualitas itu. Nama tokoh yang dinilai dipilih berdasarkan informasi yang berkembang di media massa akan maju di Pilpres 2019.

    Baca: Peluang Anies Baswedan Menantang Jokowi Makin Besar, Asal...

    Dari sekian banyak tokoh yang muncul, kalangan elite menilai Jokowi adalah tokoh dengan skor rata-rata paling tinggi. Jokowi mendapat nilai tinggi dalam hal integritas, empati, akseptabilitas, dan kontinuitas. Sementara kualitas kapabilitas Jokowi kalah tipis dari Jusuf Kalla.

    Selain Jokowi ada nama lain yang mendapat skor tinggi yaitu Mahfud MD, Airlangga Hartanto, dan Chairul Tanjung. Sri Mulyani serta Said Aqil Siradj juga mendapat skor tinggi.

    Penilaian opinion leader tak jauh beda dengan kelompok elite. Jokowi tetap mendapat skor tertinggi dalam hal kualitas persona. Jusuf Kalla berada di urutan kedua. Dia diikuti Mahfud MD, Sri Mulyani, Said Aqil, Airlangga Hartanto, dan Zainul Majdi.

    Baca: Wasekjen: PAN Relatively Tak Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Elite yang dimaksud dalam penelitian yang dilakukan pada akhir Mei 2018 ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai sangat tahu informasi yang beredar di kalangan terbatas. Mereka tercakup politikus, teknokrat senior, intelektual nasional dengan reputasi luas, dan pengusaha yang masuk kelompok papan atas atau masuk dalam daftar 50 orang terkaya. Total elite yang menjadi responden 12 orang.

    Sementara opinion leader adalah orang-orang yang banyak ikut bersuara dan membentuk pendapat publik. Mereka adalah pengamat, intelektual, atau peneliti yang biasa terekspos ke media massa, dan para pimpinan redaksi media massa. Total narasumber sebanyak 93 orang. Sementara massa pemilih nasional adalah semua warga negara.

    Baca: JK - AHY Gagal Pilpres 2019, Demokrat: Ada Prabowo-AHY, Anies-AHY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.