Minggu, 22 September 2019

Wasekjen: PAN Relatively Tak Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (tengah) didampingi Sekjen Eddy Soeparno (tengah kiri) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais (tengah) didampingi Sekjen Eddy Soeparno (tengah kiri) menunjukkan berkas pendaftaran Pemilu 2019 di KPU Pusat, Jakarta, 13 Oktober 2017. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional  atau PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan, partainya secara relatif tak akan mendukung Jokowi di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    "PAN relatively tidak mendukung Jokowi," ujar Saleh kepada Tempo di Jakarta, Kamis malam, 5 Juli 2018.

    Namun, sampai saat ini, ujar Saleh, PAN terus menjalin komunikasi dengan semua partai, menghadapi berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. "Dengan partai yang saat ini menyatakan dukungan ke Pak Jokowi pun kami membangun komunikasi, begitu pula dengan Gerindra dan PKS," ujar Saleh.

    Baca juga: Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan Temui SBY Bahas Pilpres 2019

    Belakangan, PAN memang tampak mesra dengan PKS dan Gerindra karena membangun koalisi di banyak daerah dalam Pilkada serentak 2018. Namun, ujar Saleh, ketiganya sampai saat ini juga belum duduk bersama membahas Pilpres 2019. "Kami membuka komunikasi dengan semua partai, dengan Pak SBY (Ketum Demokrat) pun tadi Pak Zulhas (Ketum PAN) bertemu," ujar Saleh.

    Menurut Saleh, ada dua hal yang akan menjadi pertimbangan partainya dalam menentukan arah koalisi. Pertama, kesamaan visi membuat perubahan untuk Indonesia. Kedua, siapa calon paling kuat untuk memenangkan Pilpres.

    "Bagi PAN, yang penting rasional dan enggak saling ngotot, harus diskusi. Untuk apa karena ego, lalu mencalonkan orang yang kemungkinkan kalah? Ngapain," ujar Saleh.

    Untuk itu, ujar Saleh, dia berharap masing-masing partai bisa seperti PAN untuk menurunkan ego dan tidak ngotot harus memaksakan kehendak. "Kalau nanti syarat berkoalisi harus mengambil cawapres dari masing-masing partai, repot kita," ujar Saleh.

    Sampai saat ini, PAN sudah memiliki empat nama yang akan diajukan sebagai calon presiden kepada koalisi. Mereka adalah kader-kader PAN yakni; Amien Rais, Soetrisno Bachir, Hatta Rajasa, dan Zulkifli Hasan. Jika pun nanti ada calon yang lebih kuat di luar empat nama tersebut, ujar Saleh, partainya membuka kemungkinan mengusung calon dari luar partai. "Intinya kan berdiskusi, jangan ada yang main tunjuk sendiri," ujar dia. "Saat ini baru ada calon kuat inkumben, nah sekarang bagaimana kita menghadirkan calon kuat penantang Jokowi".

    Baca: Soal Capres, Anies Baswedan: Jangan Salat Sebelum Azan Mulai

    Adapun Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, partainya memprioritaskan untuk membangun koalisi bersama PKS dan PAN di Pilpres 2019. Fadli mengaku, partainya juga intens berkomunikasi dengan dua partai tersebut. "Seminggu tiga kali," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis, 5 Juli 2018.

    Fadli Zon mengatakan, arah koalisi, calon presiden, dan calon wakil presiden yang bakal disorong Gerindra sudah mengerucut. Namun dia enggan membeberkan nama-nama tersebut. Ia mengatakan meski memiliki waktu hingga Agustus, Gerindra akan mengumumkannya dalam waktu dekat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe